4 Hal Yang Membuat Anak Muda Jarang ke Gereja

Bagi kita orang tua, pasti suatu pekerjaan yang sulit-sulit gampang untuk mengajak anak pergi ke gereja, apa lagi jika anak atau adik kita beranjak remaja. Mestinya mereka sudah mulai mempunyai dunia sendiri yang menyenangkan bagi mereka.

Walaupun begitu, peran kita sebagai orang tua tetap dibutuhkan guna memberi suatu gambaran pada mereka untuk selalu berbuat baik. Berikut adalah 5 hal yang membuat anak muda jarang pergi ke gereja.

1. Kurangnya kegiatan Gereja

Tahukah jika secara natural, Gereja merupakan tempat bermain yang asyik?

Crayon Shinchan bermain

Namun dorongan aktif dari pengurus gereja untuk mengadakan kegiatan agar gereja hidup merupakan hal yang wajib. Itu akan membantu anak muda Katholik untuk berkembang dalam iman, terlebih dapat membantu mereka bersosial hingga menemukan teman yang menarik untuk pergi ke gereja.

Banyak kegiatan yang dapat diusahakan. Selagi kita bicara mengenai kegiatan yang bersifat ekstra (bukan dalam bagian ekaristi), kegiatan seperti kumpul OMK, paduan suara, memotret gereja, hingga membuat video pendek rohani mungkin dapat menarik orang-orang muda untuk mengikuti. Dari situ pengurus gereja dapat mengarahkan anak muda untuk bergabung dengan komunitas yang cocok atau yang dinginkan.

Lalu, bagaimana jika sudah ada kegiatan gereja seperti koor OMK, PIA, dan lainnya, namun belum mendapatkan peminat yang cukup?

Ketika kita bicara mengenai bagaimana membuat kegiatan yang memiliki daya tarik, kita perlu memikirkan usaha apa yang dapat kita lakukan untuk membuatnya menarik, contoh-contoh yang dapat membuat sebuah kegiatan berhasil yakni:

  • Buat sebuah ajakan daripada suruhan.
  • Bekerjasama dengan komunitas dan pengurus gereja yang lain.
  • Konsistensi dalam mengadakan perkumpulan.
  • Mengutamakan diskusi daripada mengajari.
  • Jangan pernah menyerah.

Sebuah hal dibuat untuk sebuah alasan, dan alasan itu adalah untuk kebaikan, membantu pengembangan iman anak menjadi tanggung-jawab kita sebagai orang tua, jadi bekerja keras dan terus berusaha mengajak anak-anak untuk mengenal gereja adalah jawabannya. Gunakan empati dan pendekatan yang benar dapat membantu anak lebih mengerti kenapa hal ini penting.

2. Terlalu banyak kegiatan sekolah

Tidak sedikit anak yang menghabiskan separuh harinya di sekolah, biasanya mereka mengikuti pelajaran tambahan atau ekstrakulikuler seperti band, tonti, atau basket bahkan di hari Sabtu dan Minggu.

Lalu bagaimana cara kita sebagai orang tua untuk mengarahkan anak mengatur waktu agar tetap tertarik pergi ke gereja? Berikut adalah poin-poin yang dapat diusahakan:

  • Cek jadwal ekskul sekolah apakah dapat dilakukan di waktu lain yang tidak bersamaan dengan waktu pergi ke gereja.
  • Arahkan anak melakukan satu-dua ekskul yang benar-benar disukai, agar optimal.
  • Selalu mendukung anak pada belajarnya, dan mengajak mereka untuk berdoa di gereja.

3. Kecanduan teknologi

Kita sampai pada judul yang mungkin sangat mempengaruhi kenapa anak menjadi jarang pergi ke gereja, yak, teknologi. Anak dapat memiliki kecenderung untuk lebih memilih bermain smartphone di kamar ketimbang pergi ke gereja karena mungkin hari Sabtu dan Minggu sekolah libur. Lalu solusi apa yang dapat diusahakan untuk permasalah ini? Berikut contoh-contohnya:

  • Perbanyak membuat obrolan dengan anak, cari tahu apa yang mereka suka.
  • Dapatkan momen untuk bicara serius kepada mereka, beri pengertian mengenai pengaturan waktu bermain gadget.
  • Ajak anak memanfaatkan teknologi dan berkarya untuk gereja, arahkan mereka untuk bergabung dengan komunitas gereja seperti Komsos atau OMK.

4. Orang tua yang menuntut

Jika saat ini Anda meminta anak untuk pergi ke gereja dengan kalimat “Ke gereja sana, nanti Ibu yang sore”, sangat baik jika Anda berhenti melakukan itu dan mulai mengubahnya dengan “Ayo nak, ke gereja”. Tidak hanya pada ajakan pergi ke gereja, ini juga penting untuk perkembangan mental anak. Nah jika Anda merasa terlalu menuntut kepada anak, berikut tips yang dapat diusahakan untuk membantu mengubah kebiasaan:

  • Sadari apakah Anda terlalu menuntut kepada anak.
  • Carilah sudut pandang lain untuk menemukan pola pikir yang tidak perlu menuntut.
  • Ikuti pelatihan atau workshop mengenai parenting.
  • Baca majalah, buku, dan sumber lain mengenai parenting.

Kesimpulan

Menjadi seorang yang bertanggung-jawab akan sebuah hal entah itu pekembangan gereja atau iman anak/adik kita sendiri dapat menjadi sebuah pekerjaan yang melelahkan. Namun itu adalah sebuah kewajiban kita sebagai pewarta untuk terus melakukannya.

Artikel ini tidak hanya berisi faktor-faktor penyebabkan anak muda jarang pergi ke gereja, artikel ini juga mangajarkan kita bagaimana untuk mendukung perkembangan iman anak sebaik mungkin yang kita bisa.

Semua hal ini juga tidak hanya mengenai tips dan trik untuk mengajak anak ke gereja, namun bagaimana untuk pergi ke gereja bersama, sebagai keluarga.

Di atas adalah 4 hal yang membuat anak muda jarang pergi ke gereja versi Komsos Gamping, untuk mendalami cerita, mari tonton film pendek “Bareng” karya Komsos Gamping berikut ini.

Selamat menonton!

Film “Bareng” karya Komsos Gamping
Default image
Frans
Frans adalah seorang penggiat teknologi, ia berkontribusi untuk Gereja Gamping melalui fotografi, videografi, dan jurnalistik.

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.

Leave a Reply