Gamping dan 8 Warna Pelangi

Seperti pelangi yang menghias langit dengan 7 warnanya yang ikonik, Gamping memberi saya satu warna tambahan yang membuat saya sadar bahwa hidup itu selalu memberikan keindahan baru yang harus selalu disyukuri.

Saya bukan orang asli Gamping, bahkan sebelum menetap di sini mendengar tentang tempat ini saja jarang. Tak pernah terlintas sedikitpun di benak saya bahwa suatu saat Tuhan telah merencanakan untuk memindahkan saya ke Gamping, keadaan yang tidak akan pernah saya sesali.

Dulu ketika saya pertama kali menjejakkan kaki di rumah baru saya di daerah Mejing, saya segera menyadari bahwa letak rumah saya cukup dekat dengan Gereja. Jaraknya tak sampai 1 km, cukup dekat untuk dicapai dengan sepeda yang selalu saya pakai.

“Harus lebih sering ke gereja nih” janjiku saat itu pada diri sendiri. Maklum saja, sebelum ini saya termasuk jarang pergi ke gereja apalagi mengikuti aktivitas di gereja. Rasa malas selalu saja berhasil memenangkan pergulatan di dalam hati saya untuk pergi ke Rumah Tuhan. Saya tahu itu tak baik tetapi tetap saja saya lakukan. Saya saat itu lebih memilih untuk mengikuti kegiatan sekolah atau main-main sama temen, sesuatu yang sebenarnya tak terlalu penting.

Minggu pun tiba, sudah saatnya buat saya untuk memulai petualangan baru di Gamping. Saya  pergi ke Gereja tidak dengan harapan yang muluk-muluk, “Ya pokoknya bisa ke Gereja lah.” Hanya sebatas itu.

Namun, takdir Tuhan memang tak bisa ditebak. Setelah beberapa waktu pergi ke Gereja, saya mulai merasakan ketertarikan untuk dapat lebih aktif lagi dalam berpartisipasi di sini, tak hanya sebagai umat. Ada suatu keyakinan dalam diri saya yang mengatakan bahwa “Ayo, kamu bisa lebih dari ini!”

Pada awalnya saya mendaftar sebagai misdinar karena memang saya sudah ‘ngidam’ itu sejak lama. Di kegiatan gereja pertama ini saya mendapatkan banyak sekali pelajaran yang bisa saya petik, tentang arti kebersamaan, kegembiraan, rasa saling berbagi, dan masih banyak lagi. Perlahan tapi pasti saya mulai menikmati alur dari cerita ini. “Ternyata senang juga bisa ikut ambil bagian dalam Gereja” ucap saya kepada Ibu waktu itu.

Seiring berjalannya waktu, saya pun mulai ikut ambil bagian dalam OMK dan sekarang ini di Komsos Gamping. Saya tidak akan berbicara mana yang lebih baik diantara ketiganya karena semuanya memberi kenangan dan peran masing-masing. Semua punya cerita yang akan selalu mewarnai dan membuat hidup saya lebih lengkap, lebih utuh.

Seperti pelangi yang menghias langit dengan 7 warnanya yang ikonik, Gamping memberi saya satu warna tambahan yang membuat saya sadar bahwa hidup itu selalu memberikan keindahan baru yang harus terus disyukuri.

Rekan saya di Gereja ini pernah mengatakan begini, “Aktivitas di sekolah itu memang penting. Tapi ketika kamu udah dewasa apakah itu masih dapat kamu lakukan? Enggak, kamu dah gak bakal bisa ngulang masa itu lagi. Tapi di paroki, kamu bakal selalu tinggal di sini. Ini lingkunganmu, masa kamu gak mau peduli sama lingkunganmu sendiri?” Kata-kata itu selalu terngiang di kepala saya dan selalu menjadi pelecut semangat saya untuk berusaha selalu terlibat dalam kegiatan menggereja ini. Meski saya sadar bahwa saya tidak selalu bisa untuk hal itu karena kesibukan yang lain terkadang juga mengganggu. Namun saya akan selalu berusaha menyediakan waktu untuk Gereja.

Maka dari itu saya mengajak kamu yang belum aktif untuk…. Ayolah! kita sama-sama bangun Gereja ini melalui partisipasi aktif dari kita masing-masing. Sudah banyak wadah yang bisa menampung aspirasi serta tindakan kita untuk hal itu. Mari kita buat Gereja ini seperti pelangi yang tidak hanya memiliki tujuh warna, tetapi delapan. Kalau bisa lebih, kenapa tidak?

Default image
Daniel Kalis

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.

Leave a Reply