Indahnya Toleransi, Sahur Bareng Di Gereja

Mempererat tali persaudaraan antar iman di lingkungan masyarakat dan menangkal radikalisme menjadi tujuan utama dari sahur keliling bersama Dra. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum yang diadakan di Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Sabtu (26/05). Acara ini merupakan acara tahunan yang sudah keempat kalinya diadakan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Menyapa orang-orang di berbagai tempat dan mempertahankan semangat Gusdur untuk menjaga keragaman dan kerukunan masyarakat berbagai agama,” ujar Martinus Joko Lelono, Pr selaku narahubung. Hasil pertimbangan rapat yang panjang memutuskan bahwa tahun ini Kabupaten Sleman menjadi tempat penyelenggara acara tahunan tersebut.

“Acara kali ini dilaksanakan di halaman gereja merupakan salah satu upaya untuk menjaga tali persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama,” ujar Ibu Sinta kepada media di akhir acara sahur keliling.

Acara sahur keliling diadakan atas kerjasama berbagai pihak di Yogyakarta, seperti Jaringan Gusdurian, ANBTI, Banzer, Gereja Gamping, Pemuda Gamping Tengah RW 15, dan berbagai paguyuban lain. Kerjasama tersebut membuahkan bantuan dari segi tempat acara, konsumsi sahur, dan juga keamanan saat acara berlangsung.

Acara sahur keliling dibuka pukul 02.00 WIB dengan Hadrohan dari Gusdurian sembari menunggu kedatangan Ibu Sinta. Acara ini mengundang banyak tamu dari berbagai tingkat, seperti kepala desa hingga camat dan lurah dari lingkungan sekitar gereja. Bahkan, beberapa warga negara asing turut datang menyaksikan kegiatan ini. Selain itu, berbagai tokoh seni dan tokoh penting lainnya turut memeriahkan acara. Salah satunya adalah Yunan Helmi dan Risca Ayu, pencipta dan penyanyi lagu-lagu perdamaian yang menyumbangkan dua judul lagu perdamaian milik mereka.

“Target utama acara ini masyarakat lintas iman, para pemuka agama, dan warga sekitar khususnya yang membutuhkan” ujar Romo Martinus Joko Lelono. Menurut data milik panitia, seluruh masyarakat boleh bergabung namun hanya dibatasi tujuh ratus peserta saja. Tak hanya peserta yang lintas iman, rupanya panitia acara ini juga dilakukan oleh anak muda dan orang tua dari seluruh lapisan masyarakat dan juga berbagai agama.

Acara sahur keliling bersama istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid juga didukung oleh Keuskupan Agung Semarang. “Bagi Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, acara ini bisa sekaligus menjadi kegiatan Pra Srawung yang puncaknya nanti akan didakan bulan Oktober di Semarang,” ujar Fransiskus Wahyu, panitia dari OMK Gamping.

Indonesia raya dikumandangkan setelah kedatangan Ibu Sinta di gereja. Sambutan dan doa bersama dilakukan sebelum acara sahur dimulai. Kegiatan ini diiringi oleh lagu-lagu kebangsaan yang dimainkan dengan nuansa jawa dari grup musik lingkungan St. Agustinus Gancahan. Dilanjutkan dengan dialog bersama Ibu Sinta mengenai keberagaman, persaudaraan, dan anti radikalisme, acara ini ditutup dengan penandatanganan prasasti. Berikut isi yang tertulis dalam prasasti:

Kemanusiaan itu satu kendati berbeda bangsa, asal usul dan ragamnya, berlainan bahasa dan adat istiadat, kemajuan dan cara hidupnya, semua merupakan keluarga besar

Prasasti

 

Tepat saat adzan subuh berkumandang, acara sahur keliling bersama Dra. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid M.Hum diakhiri.

“Kegiatan ini berhasil mengeratkan tali persaudaraan kita sebagai warga Yogyakarta yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama,” ujar Fransiskus Wahyu.

Komsos Indonesia

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.