Buku Panduan Umat Paroki Gamping

Selamat Paskah.

Menyambut perayaan pekan suci dan tri hari suci Paskah tahun 2019 ini, Pengurus Dewan Pastoral Paroki St Maria Assumpta Gamping bekerja sama dengan Panitia Paskah Paroki Gamping Tahun 2019 telah menyediakan sebuah media komunikasi dan informasi bagi seluruh umat. Media yang dimaksudkan adalah buku Panduan Umat Paroki Maria Assumpta Gamping (PUMAG).

Pada awalnya, ide membuat buku tersebut memang dikerangkai untuk mencari dana bagi kelancaran kegiatan Pekan Suci Paskah 2019 dengan memasang iklan ucapan selamat Paskah 2019. Namun, dalam perkembangan berikutnya, ide tersebut diperluas supaya umat tidak hanya membaca identitas para donatur atau pemasang iklan, tetapi juga mendapatkan informasi yang penting bagi kepentingan umat tsb terutama dalam menjalankan aktivitas keparokian. Dengan demikian beberapa materi pengetahuan perlu ditambahkan sebagai dokumentasi agar dinamika gerak paroki yang bersentuhan dengan kepentingan umat semakin tersosialisasikan. Hal ini sejalan dengan fokus pastoral tahun 2019 yang dirilis Dewan Harian, bahwa penyediaan sarana prasarana dokumentasi dan administratif kerja sangat penting untuk mendasari gerak 3 tahun ke depan. Dengan demikian pada dua tahun berikutnya, dinamika pastoral dalam ranah administratif telah dijalankan sesuai dengan standar prosedur yang ditetapkan. Harapannya, kondisi ini meningkatkan transparansi, obyektivitas dan akuntabilitas pelayanan semua unsur pastoral yang terlibat.

Buku ini perlu dimiliki oleh setiap Ketua lingkungan, prodiakon, dan keluarga-keluarga di seluruh lingkungan se-Paroki Gamping karena berisi hal-hal penting terkait proses penggembalaan umat yang dijalankan oleh Paroki serta fokus pastoral tahun 2019.  Materi yang disajikan meliputi data lengkap mengenai sejarah paroki, peta wilayah dan resume hasil updating data umat di paroki, data prodiakon paroki, data ketua lingkungan, dara pengurus Dewan Pastoral Paroki, jadwal petugas liturgi, kegiatan-kegiatan per bidang kerja yang utama, serta formulir-formulir yang digunakan untuk melakukan proses administrasi dalam pengurusan layanan sakramental.

Menimbang nilai kepentingannya, umat diharapkan mempunyai buku tersebut, minimal satu eksemplar per keluarga. Dengan demikian kita membangun tradisi bersama tentang sharing informasi dan kepedulian, termasuk kepedulian terhadap gerak dinamika pastoral sekaligus mendukung pendanaan hari raya di gereja yang sama-sama telah kita jalani bersama. Untuk memiliki buku tersebut, silakan berkontak langsung dengan Ketua lingkungan masing-masing agar bisa dibantu.

Semoga kontribusi yang kita berikan mendukung karya paroki yang lebih besar bagi kemuliaan Allah. (ve)

 

 

254 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Warta Paroki Minggu 17 Maret 2019

Easter

Tim Kerja Koor dan Pemazmur

  • Mengajak umat lingkungan yang berminat untuk bergabung dalam koor paroki untuk tugas koor malam Paskah Bahasa Indonesia. Latihan perdana akan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Maret 2019 pukul 19.00 WIB di Gereja. Latihan selanjutnya akan dilaksanakan setiap hari Kamis dan Minggu pukul 19.00 WIB. Mohon partisipasi.
  • Akan mengadakan Pelatihan Dirigen dean Pemazmur pada hari Minggu, 24 Maret 2019 pukul 10.00 WIB bertempat di Gereja dan Panti Paroki. Untuk itu, setiap lingkungan dimohon mengirimkan 2 orang kader pemazmur dan 2 orang kader dirigen dengan mengisi formulir yang telah tersedia. Surat undangan dapat diambil di kotak lingkungan.

Pembaruan Kartu Keluarga Umat Paroki St. Maria Assumpta Gamping

Diumumkan kepada seluruh umat Paroki St. Maria Assumpta Gamping bahwa terhitung mulai 1 April 2019 untuk mendapatkan bantuan dana papa miskin, APP, dan layanan administrasi di sekretariat paroki, termasuk pendaftaran penerimaan sakramen-sakramen Gereja wajib menyerahkan salinan Kartu Keluarga Umat Paroki Gamping. Karena itu, dimohon keluarga-keluarga segera mendaftarkan kepada ketua lingkungan masing-masing untuk mendapatkan Kartu Keluarga yang dimaksudkan, atau mengisi formulirnya di kantor sekretariat paroki.

Tim Kerja Pastoral Keluarga – Bidang Pewartaan

Akan mengadakan Katekese Persiapan Hidup Berkeluarga (Kursus Persiapan Perkawinan) bagi para calon pengantin pada hari Selasa-Kamis, 19-21 Maret 2019 mulai pukul 17.00 WIB di Ruang St. Yusuf. Bagi calon pengantin yang akan mengikuti diharap mendaftar di sekretariat paroki.

Undangan Untuk Berbagi Berkat dan Perhatian

Dalam upaya mendukung kelancaran pelaksanaan tata perayaan liturgi selama Pekan Suci Paskah 2019, kami panitia Paskah 2019 mengajak bapak/ibu/saudara sekalian untuk ikut berbagi perhatian dan berkat melalui pemasangan iklan selamat paskah. Iklan tersebut akan dimuat dalam buku Pedoman Paroki yang berisi seluk-beluk informasi terkini mengenai Paroki St. Maria Assumpta Gamping, sehingga bisa menjadi acuan dalam proses atau kebutuhan administratif yang diperlukan.

Bapak/ibu/saudara bisa memilih dari tabel terlampir dan menyampaikan kepada panitia yang terdata dalam lembar informasi ini.

Kami sangat berharap bapak/ibu/saudara berkenan berbagi agar melalui kerjasama ini, pelayanan pastoral mampu membantu umat lebih banyak sehingga nama Tuhan kian dimuliakan melalui pelayanan dan hidup karya kita.

Terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang diberikan.

Panitia yang bisa dihubungi:

  1. Bpk. Mateus Wage Suryono: 0819 0414 2949
  2. Bpk. Ambrosius Sumarga: 0816 4261 083
  3. Sdri. Maria Florentina Oktaviani: 0896 9470 0817
  4. Sdri. Nathalia Nindi Kristiyaningrum: 0819 3117 9454
  5. Sdri. Benedikta Swasti Renaningtyas: 0811 2632 734
  6. Ibu Sri Suwarni: 0818 2699 20

Iklan

506 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

REST IN PEACE : BAPAK ANTONIUS GANJAR RAHARJO

Kehidupan kita sebagai manusia sudah diatur dan dikendalikan oleh sebuah tangan illahi, dan kadang-kadang kita tidak pernah mengerti apa yang menjadi kehendak Sang Pemilik kehidupan. Tuhan dalam segala kemahakuasaan-Nya telah menyusun rencana-rencana terbaik yang diberikan bagi setiap pribadi. Jatuh bangun, suka duka, tangis dan tawa, segala sesuatu tidak pernah menjadi sebuah rangkaian kebetulan. Jika kita melihat ke belakang maka segala pengalaman hidup kita ternyata punya pola dan kita akan sadar bahwa dalam jejak-jejak peziarahan itu, Tuhan selalu ada. Tuhan tidak pernah tinggal diam dan membiarkan kita, umat yang dikasihi-Nya tinggal dalam kesesatan, dalam gelimang dosa, bahkan kematian kekal yang tak terelakkan. Tuhan akan selalu menjaga kita sebagai permata, biji mata yang sangat berharga bagi-Nya. Kita selalu diajak untuk meyakini dan percaya akan kehendak Tuhan sebagai sebuah rencana yang terbaik bagi hidup setiap orang.

Namun, kita sebagai umat di Paroki Santa Maria Assumpta Gamping tetap mengalami satu kedukaan mendalam, mengalami sebuah kehilangan yang besar, ketika hari Senin pagi, 4 Maret 2019 lalu terdengar berita duka, bahwa saudara kita Bapak Antonus Ganjar Raharjo, telah dipanggil menghadap Tuhan di surga. Kabar duka itu sungguh telah menghentak setiap kita dan betapa sulit memercayainya.  Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan. (bdk. Nabi Ayub)

Berbagai kisah kenangan akan kebersamaan dengan pak Ganjar menjadi ruang-ruang batin yang akan terus menjadi inspirasi bagi setiap kita yang mengenalnya. Bagaimana dalam keseharian, pak Ganjar telah membagikan hidupnya, telah memberikan seluruh pengabdiannya kepada keluarga, lembaga profesinya, serta kepada Gereja dan para umat yang dipercayakan kepadanya untuk dilayani dan dikasihinya dalam amal kasih prodiakon dan pengurus Dewan Pastoral Paroki.

Segala hal baik yang telah diwariskan itu, sungguh tampak ketika kita semua mengikuti perayaan ekaristi melepas kepergian pak Ganjar menuju keabadian. Gereja yang penuh sesak, duka yang kental di setiap orang yang hadir, merupakan bukti bahwa hidup dan pengabdiannya selama ini telah menginspirasi dan mencerahkan banyak orang. Dharma dan karyanya telah sungguh menjadi persembahan hidup yang nyata dan alam semesta merekamnya dalam jejak peziarahan orang-orang yang mengenalnya. Kita berharap surga bersukacita dengan kepulangannya, memberikan tempat dalam keabadian bersama para kudus dan malaikat-Nya, karena semua pengabdian dan perjuangannya dianggap telah selesai. Pak Ganjar sungguh telah tuntas menyelesaikan panggilan perutusannya, telah menyelesaikan pertandingan yang baik dan terus memelihara imannya dengan teguh. Kita bersyukur Tuhan memberikan pak Ganjar kepada kita, dan berbagi kehidupan dalam berbagai bentuk kehadiran sesuai pengalaman masing-masing dalam keluarga, gereja, sekolah, dan masyarakat.

Untuk waktu yang lama, meski beliau tiada, kita semua akan terus merasakan bahwa pak Ganjar masih ada di antara kita, dalam berbagai bentuk kehadiran yang selama ini kita kenali: sebagai ayah dan suami bagi keluarga ibu Yuli; sebagai salah satu aktivis prodiakon, sebagai wakil ketua Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, sebagai tim seleksi siswa baru di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, sebagai mantan guru bagi ratusan atau bahkan ribuan siswa alumni SMA Stella Duce 1, sebagai anggota tim liturgi Asian Youth Day, dan lain sebagainya.

Kita diminta mendoakan jiwa suci pak Ganjar serta keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan melanjutkan perjuangan dan cita-cita beliau. Selamat jalan Pak Ganjar, doakanlah kami yang masih berziarah di dunia ini agar mampu meneruskan hal-hal baik yang telah bapak wariskan kepada kami semua sehingga dunia kecil yang kami layani turut merasakan buah-buah kebaikan itu.  (ve)

 

 

Romo Paroki, seluruh umat, para Ketua lingkungan dan Ketua wilayah, serta Pengurus Dewan Pastoral Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping menyampaikan turut berduka cita dan kehilangan mendalam atas berpulangnya pak Ganjar ke rumah Bapa di surga. Semoga jiwa suci alm Bpk. Antonius Ganjar Raharjo, beristirahat dalam damai surga dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan dan kekuatan.

 

468 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Seruan Uskup KAS: JADILAH PEMILIH BERIMAN, CERDAS, DAN BIJAKSANA SEBAGAI PERWUJUDAN RASA CINTA TANAH AIR INDONESIA

Saudari-saudara, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih,

Pada 17 April 2019 mendatang, kita Bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) untuk memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Pemilu merupakan salah satu sarana penting pelaksanaan kedaulatan rakyat. Oleh karena itu sikap meremehkan atau memanipulasi dan merekayasa proses dan hasil pemilu oleh pihak mana pun merupakan pelanggaran serius atas hak rakyat dan martabat warga negara, serta pada taraf tertentu dapat meniadakan kedaulatan rakyat itu sendiri.

Maka sebagai gembala umat di Keuskupan Agung Semarang ini, saya menyatakan bahwa umat Katolik harus berperanserta dan bertanggungjawab atas pemilu tersebut dengan menjadi pemilih yang beriman, cerdas, dan bijaksana sebagai perwujudan rasa cinta Tanah Air Indonesia. Demikian juga bagi yang terpanggil dan terlibat sebagai penyelenggara pemilu di berbagai tingkat harus menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan independen.

Menjadi pemilih beriman artinya menggunakan hak pilih secara benar-benar bebas dan berdasar hati nurani sebagai pertanggungjawaban serta perwujudan imannya. Menjadi pemilih cerdas artinya mampu menggunakan hak pilihnya berdasarkan analisa dan perhitungan yang cermat serta pengenalan yang cukup atas para peserta Pemilu. Sedangkan menjadi pemilih bijaksana artinya tidak mudah diombang-ambingkan oleh bermacam-macam godaan seperti transaksi jual beli suara, money politics (politik uang), janji-janji manis, maupun pengaruh lainnya yang mengakibatkan pribadinya tidak benar-benar bebas. Sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan hendaknya Anda mengikuti panduan pembelajaran memilih yang disampaikan oleh Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang (PK4AS).

Saudari-saudara yang terkasih,

Terdorong oleh rasa tanggungjawab kami di hadapan Tuhan, umat dan masyarakat, serta masa depan Bangsa dan Negara Indonesia, maka saya menyerukan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, semua umat di Keuskupan Agung Semarang yang sudah mempunyai hak pilih untuk tidak lari dari tanggungjawab menyukseskan pemilu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pilihan GOLPUT merupakan pilihan tidak bijaksana. Karena pilihan kita sangat menentukan bagi proses perjalanan bangsa ini 5 tahun ke depan dan selanjutnya. Kami memandang suara Anda sangat menentukan, karena satu suara Anda memiliki makna yang sangat besar bagi masa depan bangsa.

Kedua, kepada semua partai politik (parpol) dan para calon legislatif (caleg) serta pasangan calon Presiden-Wakil Presiden yang berkontestasi dalam pemilu ini supaya memegang teguh tatakrama dan aturan pemilu yang berlaku dengan kesadaran bahwa kesejahteraan rakyat adalah pegangan yang utama.

Ketiga, semua pihak yang turut serta dalam kampanye, supaya melakukan kegiatan kampanye dalam suasana kekeluargaan dan berdasarkan kesadaran, bahwa kita berkewajiban menjaga keutuhan Negara Kesatuan berdasarkan Pancasila; bukan sebaliknya saling menjelekkan, saling menjatuhkan, saling menghujat, saling memfitnah dan menyebarkan berita-berita bohong. Kampanye hendaknya dimanfaatkan sebagai bagian pendidikan politik untuk memperkenalkan visi, misi, serta program kerja dan untuk mencerdaskan masyarakat.

Keempat, hendaknya KPU dan Bawaslu beserta seluruh jajarannya sebagai penyelenggara pemilu memastikan menyelenggarakan pemilu serentak 2019 dengan menjunjung tinggi sifat hakikinya, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber jurdil). Termasuk memastikan penyelenggara pemilu yang terikat pada kode etik penyelenggara pemilu guna menjunjung tinggi prinsip-prinsip pelaksanaan pemilu. Pemerintah dan aparat keamanan harus mencegah segala macam intimidasi dan ancaman dari manapun atau oleh siapapun juga kepada masyarakat pemilih dan para penyelenggara pemilu, baik yang bersifat paksaan fisik maupun moril, dan menghindarkan segala macam manipulasi serta perbuatan curang baik sebelum, selama maupun sesudah pemungutan suara.

Akhirnya, Saudari dan Saudaraku yang terkasih,

Kami mengajak Anda semua untuk meneruskan pendidikan politik dengan mengawal, mendampingi, mengingatkan, dan menuntut mereka yang kita pilih agar tetap berusaha mewujudkan keadilan sosial bagi semua. Mereka kita pilih bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, tetapi untuk kepentingan bersama bangsa.

Marilah kita jadikan pemilu ini peristiwa kebangsaan yang menggembirakan dan memerdekakan bukan menakutkan dan menciptakan ketidakpastian. Kami sungguh berharap bahwa cinta Tanah Air dan persaudaraan sebagai Bangsa Indonesia harus kita tempatkan di atas segala kepentingan pribadi dan kelompok/golongan. Aspirasi politik dan pilihan boleh berbeda, tetapi INDONESIA adalah kita.

Selamat menggunakan hak pilih Anda. Tuhan memberkati kita semua. Berkah Dalem.

Semarang, 5 Februari 2019

† Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung K.A. Semarang

 

 

disalin sesuai dengan aslinya dari https://kas.or.id/2019/02/28/seruan-pemilu-2019/

538 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Surat Gembala Prapaska 2019: “Makin Tergerak untuk Berbagi Berkat

Para Ibu, Bapak, Orang Muda, Remaja, dan Anak-anak; para Romo, Bruder, Frater, dan Suster yang terkasih dalam Kritus,

Pada hari Rabu Abu, 6 Maret 2019, kita akan memulai masa Prapaskah yang akan berlangsung selama 40 hari (Latin: quadragesima) sampai dengan tanggal 19 April 2019. Masa Prapaska ini dimaksudkan untuk mempersiapkan penerimaan baptisan bagi para calon baptis dan untuk mengenangkan kembali pembaptisan bagi yang sudah dibaptis. Selain itu, masa ini juga menjadi kesempatan bagi umat beriman untuk membina semangat tobat, antara lain dengan lebih rajin mendengarkan Sabda Allah, berdoa, dan berbuat amal kasih, hingga siap untuk merayakan Misteri Paskah Tuhan.

Selama masa Prapaskah ini kita diajak untuk merenungkan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP): “Semakin Tergerak untuk Berbagi Berkat”. Melalui tema permenungan ini, kita semua diajak untuk mewujudkan syukur atas rahmat baptisan dalam aksi atau tindakan nyata. Terkait dengan hal ini, Konstitusi tentang Liturgi Suci menyatakan bahwa semangat pertobatan “hendaknya jangan hanya bersifat batin dan perorangan, melainkan hendaknya bersifat lahir dan sosial kemasyarakatan” (SC 110). Itulah sebabnya APP tahun 2019 ini mengajak kita semua untuk mewujudkan pertobatan tersebut, antara lain, dengan berbagi berkat. Dengan cara ini diharapkan pertobatan tidak berhenti di hati, tetapi menjadi konkret dalam tindakan nyata berbagi berkat.

Menurut Santo Paulus, sebagaimana kita simak dalam Bacaan II, berbagi berkat sama artinya dengan bergiat selalu dalam pekerjaan Tuhan (1Kor 15,58). Dan menurut Injil Lukas yang baru saja kita dengarkan hari ini, “bergiat selalu dalam perkejaan Tuhan” berarti mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaan hati yang baik (Luk 6,45). Kesadaran bahwa Tuhan telah mengerjakan hal-hal baik dalam diri kita,  semestinya juga mendorong kita untuk bertekun melakukan hal-hal baik bagi sesama, siapa pun dia.

Saudari-saudaraku, umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang yang terkasih,

Berbagi berkat sebagai wujud pertobatan dapat kita lakukan, antara lain melalui dan dalam beberapa hal berikut ini:

  1. Secara positif melihat, menilai, dan bersikap terhadap sesama kita. Misalnya saja, di tengah maraknya orang senang menghujat dan memfitnah sesamanya dangan bahasa-bahasa yang kasar dan menyakitkan, marilah kita pergunakan bahasa yang baik dan santun. Kiranya tepatlah apa yang ditegaskan dalam bacaan pertama yang dikutip dari Kitab Putra Sirakh: “bicara orang menyatakan isi hatinya” (Sir 27,6). Orang yang hatinya baik, pastilah akan mengeluarkan kata-kata yang baik juga.

Terkait dengan hal inipun Yesus mengajak kita untuk bersikap bijak dengan tidak menilai buruk dan menghakimi sesama. Pertanyaan Yesus dalam Injil (Luk 6:41-42) “Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?” menjadi bahan perenungan yang sangat baik di masa Prapaskah ini. Kita diingatkan untuk tidak mudah menilai buruk dan menghakimi sesama kita, karena hal ini akan sangat menghambat upaya kita mewujudkan komunitas kasih yang menyatukan dan menyempurnakan (Tema Pertemuan III APP).

  1. Gerakan berbagi berkat ini juga sangat tepat kita tempatkan dalam usaha bersama mewujudkan kesejahteraan umum atau kesejahteraan bersama (bonum commune) yang menjadi fokus pastoral 2019 di Keuskupan kita. Dalam masyarakat multikultural kita ditantang untuk sebanyak mungkin mengerjakan hal-hal baik bersama dengan siapa saja yang berkehendak baik, agar kesejahteraan bersama yang kita cita-citakan semakin dapat terwujud. Caranya, dengan menciptakan kondisi-kondisi hidup bersama yang memungkinkan, baik pribadi/perorangan maupun kelompok/komunitas masyarakat, dapat mencapai kepenuhan hidup dalam kasih dan Kita kembangkan terus semangat srawung dan merengkuh dalam belarasa yang tulus.
  2. Gerakan berbagi berkat senantiasa dapat kita lakukan tidak hanya kepada sesama manusia, namun juga kepada alam lingkungan. Hal ini dapat kita wujudkan, misalnya dengan ngopèni (merawat) dan melindungi tanah dari pencemaran sampah plastik. Sudah saatnya kita membersihkan tanah dari sampah plastik ini dengan mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang sampah plastik secara sembarangan.

Saudari-saudaraku, umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang yang terkasih,

Dalam kesempatan yang istimewa ini, saya hantarkan doa dan berkat episkopat saya untuk Saudari-saudara semua umat di Keuskupan Agung Semarang ini, terlebih bagi yang sedang sakit, yang sedang mengalami kesulitan hidup, yang berkebutuhan khusus, dan para adiyuswa. Semoga belaskasih Allah melimpahi hati, budi dan hidup Saudari-saudara semua, sehingga kita dapat menjalani masa Prapaskah ini dengan semangat tobat yang nyata guna menyambut misteri agung Paskah. Berkah Dalem.

 

PERATURAN PUASA DAN PANTANG TAHUN 2019

Mengacu Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa 2017 pasal 138 no 2.b tentang hari tobat, peraturan puasa dan pantang ditetapkan sebagai berikut:

  1. Hari Puasa tahun 2019 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 6 Maret 2019, dan Jumat Agung tanggal 19 April 2019. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.
  2. Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.
  3. Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali (1x) sehari. Pantang dalam arti yuridis, berarti tidak makan daging atau makanan lain yang disukai. Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami anjurkan, agar secara pribadi atau bersama-sama, misalnya dalam keluarga, atau seluruh lingkungan/wilayah, atau komunitas pastoran/biara atau komunitas seminari menetapkan cara puasa dan pantang yang dirasakan lebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan. Sebagai sikap pertobatan nyata, beberapa hal dapat dibuat dan sangat kami anjurkan, antara lain:
  1. Dalam keluarga, pertemuan lingkungan atau komunitas, dicari bentuk-bentuk pantang dan puasa yang cocok dengan jenjang usia, sebagai bagian dari pembinaan iman menurut usia: usia dini dan anak, remaja dan orang muda, dewasa dan lansia.
  2. Pada hari Jumat dan hari lain yang ditentukan, setiap keluarga/komunitas mengganti makanan pokok yang disukai dengan makanan pengganti dari bahan makanan lokal dengan satu macam lauk (sebagaimana sudah muncul sebagai gerakan di beberapa paroki atau komunitas selama peringatan Hari Pangan Sedunia – HPS).
  3. Selama empat puluh hari dalam masa Prapaskah secara pribadi atau dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari memilih tindakan tobat yang lebih berdaya guna untuk mewujudkan tindakan kasih.
  4. Menentukan wujud gerakan solidaritas, entah yang berupa gerakan karitatif maupun pemberdayaan yang berdampak luas bagi lingkungan alam serta masyarakat sekitar.
  1. Hendaknya juga diusahakan agar setiap orang beriman kristiani, baik secara pribadi maupun bersama-sama, mengusahakan pembaharuan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, adorasi dan sebagainya.
  2. Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaska ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP), yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak untuk pembaruan pribadi, serta mempunyai nilai dan dampak bagi peningkatan solidaritas pada tingkat paroki, keuskupan dan nasional.

Tema APP tahun 2019 ini adalah: “Makin Tergerak untuk Berbagi Berkat” sebagaimana diuraikan dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang.

Semarang, 2 Februari 2019

Pada Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

† Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

 

 

 

dicopas dari https://kas.or.id/2019/02/27/surat-gembala-prapaskah-2019/

890 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

SEKOLAH KITAB SUCI (SKS) ANGKATAN I – TAHUN 2019

Dalam hidup sehari-hari, sebagai umat kristiani kita tidak lepas dari pengamalan ayat-ayat Kitab Suci. Banyak bahan yang telah tersedia dalam berbagai bentuk yang bisa dengan mudah ditemukan, mulai dari bentuk buku yang konvensional, audio, video, atau bahkan dalam bentuk-bentuk digital terkini sesuai dengan kebutuhan anak zaman. Memang kadang-kadang pemahaman dan pengenalan kita akan kitab suci terbatas karena kita merasa sudah cukup dengan asupan mingguan melalui misa di gereja/kapel. Kita lupa bahwa kitab suci adalah bagian paling penting yang mendasari cara hidup kita sebagai umat Allah yang telah dibebaskan dari segala dosa dan menemukan sumber kerahiman belas kasih Allah yang tak berkesudahan.

Meskipun Gereja secara khusus telah menetapkan bulan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional, namun tampaknya umat belum semuanya bisa meluangkan waktu menanggapi program tersebut. Kitab Suci masih menjadi buku yang jarang dibuka kecuali pada moment istimewa, baik untuk kebutuhan pribadi, pelajaran, atau penugasan Gereja. Padahal, kekayaan dan pedoman hidup yang paling komplet sudah terpapar dengan jelas dalam Kitab Suci jika kita mencarinya. Merujuk kebutuhan umat yang hendak memperdalam kitab suci dalam hidup sehari-hari, Tim kerja Kerasulan Kitab Suci dari Bidang Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Assumpta Gamping merilis program Sekolah Kitab Suci (SKS) bekerja sama dengan Komisi Kitab Suci Kevikepan DIY.

Program SKS ini lahir karena ada beberapa situasi yang perlu dijawab misalnya, kurangnya penggerak kerasulan Kitab Suci di lingkungan dan di Paroki; kurangnya minat membaca Kitab Suci yang disebabkan karena menemukan kesulitan untuk memahami Kitab Suci; atau kurangnya pemahaman dasar mengenai Kitab Suci menurut Gereja Katolik.

Program SKS Paroki Gamping Angkatan I ini secara resmi telah dibuka oleh Rm. Martinus Suharyanto, Pr dan diteruskan dengan pembekalan umum oleh Ketua Komisi Kitab Suci Kevikepan DIY, Rm Florentius Hartanto, Pr pada tanggal 6 Februari 2019. Selanjutnya, SKS akan dijalankan secara mingguan, setiap hari Rabu sore selama 17x pertemuan tatap muka, hingga tanggal 13 Juli 2019 di kompleks Gedung Pelayanan Pastoral Gamping.  Pada akhir pertemuan akan dilakukan rekoleksi.

Bentuk aktivitas yang dijalankan selama mengikuti program SKS antara lain :

  1. Penulisan Karya Tulis mengenai salah satu kitab yang ada dalam Kitab Suci;
  2. Presentasi Kelompok;
  3. Rekoleksi;
  4. Mengkoordinasikan kelas SKS angkatan berikutnya.

Begitu dirilis program ini langsung diminati. Dari kapasitas peserta yang semula diancang 30-an, akhirnya meningkat diminati oleh 47 orang. Fenomena ini tampak luar biasa, mengingat program SKS di Yogyakarta baru terselenggara di beberapa gereja. Harapannya setelah SKS Angkatan I Tahun 2019 ini, dihasilkan output berupa bertambahnya Penggerak Kerasulan Kitab Suci di Lingkungan dan di Paroki; menumbuhkan rasa cinta akan Kitab Suci; menumbuhkan minat untuk membaca Kitab Suci; serta memberikan pengertian-pengertian dasar mengenai Kitab Suci sebagai landasan pengembangan kegiatan kerasulan Kitab Suci.

Bagi anda yang berminat dan belum sempat bergabung dalam program ini, silakan tunggu agenda SKS Angkatan berikutnya. Semoga Tuhan yang telah memulai karya yang baik ini berkenan menyelesaikannya pula. (ve)

 

 

 

733 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Pentingnya Update Data Umat Paroki

Dalam proses Temu pastoral 2019 di bulan Januari lalu, Paroki Santa Maria Assumpta Gamping masih termasuk salah satu paroki yang belum menyerahkan data umat terkini, sehingga pihak keuskupan mengalami kendala dalam melakukan sinkronisasi data umat. Menindaklanjuti proses tersebut, Paroki Gamping diminta segera melakukan pengkinian data umat paroki untuk dilaporkan kepada Keuskupan.

Pada aspek lain, kepentingan pemakaian data umat semakin nyata ketika pastoral yang dilakukan diminta berbasis data riil. Untuk berbagai program dan rencana yang dikaitkan dengan sasaran pastoral, semestinya paroki selalu merujuk pada data lapangan. Maka, sebagaimana banyak proses berkomunitas telah berlaku di masyarakat selama ini, kita selalu mengalami bahwa di komunitas apa pun yang kita masuki, sering ditanya mengenai identitas diri, keterkaitan kita dengan seseorang, atau hubungan relasi kita dengan seorang yang dikenal sebagai public figure.

Demikian pula halnya dalam bermasyarakat di paroki. Sebagai warga paroki kita perlu mendaftarkan diri agar bisa dicatat sebagai umat di wilayah terirori yang terdekat. Jangan sampai saat kita mengalami persoalan, kita tidak tahu kepada siapa meminta bantuan terkait layanan pastoral yang sesuai. Atau bahkan kita tidak tahu ke wilayah lingkungan mana seharusnya kita bergabung untuk berdinamika dan merasakan kebersamaan sebagai komunitas paguyuban umat Allah. Jika segalanya menjadi jelas, kita bisa ikut berbagai kegiatan di lingkungan, wilayah, atau paroki terutama kegiatan-kegiatan sosial dan liturgis keagamaan. Demikianlah komunitas berkembang sebagai paguyuban yang saling mendukung dan mengembangkan guna membangun kesejahteraan bersama (bonum commune) dalam kebersamaan dengan warga masyarakat sekitarnya.

Guna mendukung pelayanan yang semakin baik dan rapi, maka di tahun 2019 ini secara khusus Dewan Pastoral Paroki telah menjalankan proses updating atau pengkinian data umat lingkungan se-paroki Gamping 2018 yang digulirkan hingga akhir Desember 2018. Saat ini beberapa lingkungan terakhir masih berproses untuk validasi data bersama tim Litbang Data. Dari proses ini paroki akan mempunyai database umat dan keluarga sehingga akan dimudahkan dalam memberikan pelayanan pastoral pada berbagai bidang, misalnya pelayanan kemasyarakatan (dana papa miskin, dana APP), atau layanan administratif di sekretariat paroki yang berkaitan dengan sakramen-sakramen Gereja.

Sejalan dengan salah satu fokus pastoral dalam programasi tahun 2019, yang direkomendasikan dari Kevikepan DIY yaitu tata kelola administrasi, yang di dalamnya termasuk validitas data umat, maka penting kita semua mulai merapikan data dan informasi yang terkait dengan kondisi keluarga masing-masing dan kaitannya dengan layanan pastoral Gereja. Karena itu, mulai tanggal 1 April 2019 mendatang, seluruh umat diharapkan sudah mempunyai Kartu Keluarga yang telah diupdate pada tahun 2018-2019 ini.

Untuk mendapatkan layanan pastoral dan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan dan program yang dikembangkan Paroki dibutuhkan salinan kartu keluarga. Jadi, apabila saat bapak/ibu/saudara mengurus layanan administrasi atau bantuan Danpamis/APP belum membawa fotokopi kartu keluarga, akan dipersilakan mengisi form yang ada di sekretariat paroki. Hal ini sama seperti kalau kita mengurus keperluan di kelurahan atau kecamatan atau lembaga lain yang membutuhkan kejelasan identitas kita sebagai warga masyarakat, kita akan diminta membawa salinan kartu C1 atau KTP.

Mari kita dukung kegiatan pastoral berbasis data yang semakin rapi dan sistematis guna meningkatkan layanan pastoral yang murah hati dan tepat guna, tepat orang sehingga semakin banyak umat terbantu. Kiranya Tuhan yang telah mengawali karya yang baik dalam hidup kita, akan berkenan menyelesaikannya pula.

Berkat Tuhan.

621 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Apa Asyiknya Misa Harian?

Misa Harian

Hingga pukul 3 pagi saya belum tidur, saya lihat hujan turun, dan hingga sekarang, pagi menjelang misa. Saya pun tanpa alasan pergi ke gereja. Karena apa? Karena misa harian itu asyik. Penasaran?

Berikut beberapa hal yang saya dapat ketika saya misa harian hari ini.

  • Bisa melihat matahari terbit.
  • Lebih dalam saat berdoa, karena suasana belum terlalu bising.
  • Jika hari sedang hujan, kita bisa melihat hujan pagi hari dan itu rasanya sangat menyejukan.
  • Jika hujan makin deras, kita bisa melihatnya lebih lama, jika kamu sedang tidak terburu-buru kegiatan lain; misal sekolah, kerja, atau masak air.
  • Jika hari sedang cerah, kita bisa mendengar suara burung pagi hari, dan itu rasanya menyenangkan.

618 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tantangan Diterima

blur bottle bright building

Ingat artikel Saya Tantang Dewan Paroki Baru? Yup, Dewan Paroki sudah menerima tantangan yang kami, Jubir Komsos berikan.

Veronica Naning adalah Dewan Paroki yang menghubungi kami, beliau adalah sekretaris dari Dewan Paroki, dengan diterimanya tantangan ini kita semua tentu berharap agar jurnalisme Gereja Gamping semakin maju.

Posting ini hanya sebagai laporan bahwa tantangan sudah diterima, kira-kira tim kerja mana lagi ya yang perlu ditantang dan diajak untuk menjadi kreatif?

Silahkan baca posting pertama Dewan Paroki di
Programasi Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Tahun 2019.

684 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Programasi Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Tahun 2019

Todos

Fokus pastoral Tahun 2019 yang dirilis oleh Dewan Karya Pastoral Kesukupan Agung Semarang dan telah diperdalam serta dipelajari dalam forum Temu Pastoral 2019 di PPSM bulan Januari 2019 lalu adalah “Umat Allah Keuskupan Agung Semarang Mewujudkan Kesejahteraan Umum dalam Masyarakat Multikultural”. Dalam forum Temu Pastoral tersebut beberapa orang anggota Dewan Pastoral Paroki beserta Romo Paroki, Rm Martinus Suharyanto, Pr juga bergabung secara penuh bersama dengan delegasi paroki lain se-kevikepan DIY.

BONUM COMMUNE

Istilah “Kesejahteraan umum” (bonum commune atau common good ) yang dipakai mengacu rumusan Konsili Vatikan II pada Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia Dewasa Ini (Gaudium et Spes – Kegembiraan dan Harapan, Art. 26) sbb: “keseluruhan kondisi-kondisi hidup kemasyarakatan, yang memungkinkan baik kelompok-kelompok maupun anggota-anggota perorangan, untuk secara lebih penuh dan lebih lancar mencapai kesempurnaan mereka sendiri.” Kita perlu bersyukur bahwa dinamika umat Paroki Gamping yang diwakili melalui forum Ketua Lingkungan dan Ketua Wilayah secara terpadu mampu membangun kebersamaan, sinergi yang hangat untuk saling meneguhkan dalam pelayanan umat. Hal ini merupakan modal besar untuk saling mendukung dan mengembangkan pelayanan.

Guna mewujudkan cita-cita dalam fokus pastoral tersebut, beberapa hal berikut ini perlu dilakukan:
1.Pengembangan iman umat yang cerdas, tangguh, misioner, dan dialogis secara berjenjang dan berkelanjutan;
2.Pengembangan keluarga, lingkungan, dan kelompok-kelompok umat agar lebih berperan dalam masyarakat;
3.Peningkatan pelayanan karitatif dan pemberdayaan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel agar semakin sejahtera dan bermartabat;
4.Peningkatan peran dan keterlibatan kaum awam dalam gerakan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan pelestarian lingkungan dengan semangat pembelajaran, kejujuran, dan kerja sama.

Menindaklanjuti proses tersebut, Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Assumpta Gamping pada tahun 2019 ini juga mengusahakan proses penyusunan program kerja (programasi) yang semakin sejalan dengan cita-cita keuskupan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama (Bonum Commune). Proses programasi dilaksanakan secara bertahap, dengan memperdalam RIKAS dan Ardas melalui diskusi pendalaman tim programasi bersama Dewan Harian, dengan tujuan menajamkan pelayanan agar sungguh bermanfaat bagi umat di Paroki Gamping.

Hasil penajaman fokus pastoral tersebut akhirnya ditarik pada panggilan perutusan, sebagaimana telah disampaikan oleh Rm A. Maradiyo, Pr selaku Vikep Kevikepan DIY pada saat melantik segenap Pengurus Dewan Pastoral Paroki tanggal 26 Agustus 2018 lalu, bahwa apa pun fokus pastoral yang dirumuskan, perlu memperhatikan tiga ranah utama pelayanan paroki, yaitu tata penggembalaan, tata kelola administrasi, dan tata kelola harta benda paroki. Karena itu, dalam proses membedah RIKAS juga dikaitkan dengan ketiga aspek yang dirujuk supaya kelanjutan/kesinambungan program terdahulu dan pelaksanaan pengelolaan organisasi menghasilkan standar pelayanan yang akuntabel.

Proses yang ditempuh dalam programasi tahun 2019 ini diawali dengan mendengarkan setiap bidang dan tim kerja menyampaikan rencana program dan anggaran di forum Dewan Pastoral Harian. Selanjutnya. seluruh materi akan divalidasi oleh Tim Kerja Programasi sehingga dihasilkan program kerja dan Rencana Anggaran Biaya Paroki Tahun 2019. Secara keseluruhan proses ini melelahkan, namun memberikan harapan karena dengan transparan setiap bidang/tim kerja bisa menemukan peluang bersinergi, membangun kebersamaan dan soliditas, mekanisme kerja yang efektif dan efisien, serta kegembiraan/semangat untuk melayani umat dengan lebih baik. Tentu hal ini membutuhkan dukungan kita semua sebagai umat paroki, supaya oleh pelayanan ini nama Tuhan semakin dimuliakan. (ve)

689 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini