Mencari Toleransi di Bumi Pertiwi

Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Keragaman ini ada dalam banyak aspek, baik itu suku, ras, kebudayaan, maupun agama. Pada tulisan ini, saya akan membahas poin mengenai agama. Ia menjadi sesuatu yang selalu menarik untuk diperbincangkan.

Menurut undang-undang, Indonesia memiliki enam agama nasional serta berbagai aliran kepercayaan. Keragaman agama ini menjadi hal yang banyak dipuji oleh bangsa lain karena selain banyak ada toleransi yang terjalin antar umat beragama di Indonesia. Mereka dapat hidup dalam suasana yang nyaman dengan umat lain.

Namun belakangan ini, isu-isu mengenai agama mengemuka luas dan sering menjadi topik perbincangan. Kondisinya menjadi memanas. Apa yang sebenarnya terjadi?
Jika kita cermati, belakangan ini agama menjadi hal yang sangat sensitif. Pancingan sedikit saja dapat menjadi viral dan membuat kehebohan utamanya di lini massa. Ada oknum-oknum yang sengaja memperkeruh suasana. Mereka kini tak lagi bergerak di jalanan dan menunjukkan eksistensi secara langsung, tetapi kehadiran mereka sudah merambah ke media sosial. Mereka hadir dalam bentuk buzzer yang membuat komentar negatif di medsos ataupun memproduksi berita hoaks.

Polisi telah berhasil menangkap beberapa buzzer ini. Namun produksi hoaks dan konten-konten negatif masih tersebar banyak di media sosial. Hal ini menandakan bahwa mereka-mereka ini memiliki jumlah yang banyak dan tersebar di mana-mana. Motifnya pun bermacam-macam, ada yang hanya sekedar iseng atau memang ingin membuat gaduh Indonesia.

Dari topik-topik yang mereka singgung, topik mengenai agama memang menjadi salah satu yang paling sering dibahas. Ini ditambah dengan sifat sebagian masyarakat Indonesia yang sangat sensitif jika membahas topik ini. Agama kini telah jauh melampaui batasnya, dan itu disebabkan oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Terkadang ia disangkutpautkan dengan sesuatu yang bukan kewenangannya, seperti misal ada postingan tentang sains tetapi dihubungkan dengan agama. Tentu saja tidak bisa.

Jika kita berbicara mengenai konflik agama di Indonesia, maka sudah banyak kasus yang terjadi. Dari kasus Ambon, Sampit, Situbondo dll. Kita pun masih belum lupa mengenai kasus ditolaknya pembangunan gereja, seorang warga yang diusir dari kampung karena berbeda agama, pembakaran kelenteng, pengrusakan gereja, bom Surabaya, dan masih banyak kasus-kasus lain yang menyangkut agama. Semua itu menunjukkan bahwa toleransi di Indonesia belum bisa berjalan denga lancar.

Pada titik ini, jika kita hanya menyalahkan orang lain maka kita sama saja dengan mereka. Sebagai orang Katolik yang beriman kepada Tuhan Yesus, sudah selayaknya kita mengamalkan cinta kasih seperti yang diajarkan-Nya. Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan kita untuk merendahkan orang lain, justru Ia mengajak kita untuk bersama-sama merangkul mereka dan menjadikannya saudara. Yesus selama hidup tak pernah membedakan orang berdasarkan agama, Ia akan dengan senang hati membantu siapapun yang membutuhkan. Inilah sifat-sifat yang harus kita contoh dalam hidup sehari-hari.

Kita dapat mulai itu dari sesuatu yang kecil, dari lingkungan tempat kita menunaikan aktivitas sehari-hari. Jika kita masih bersekolah kita mulai dapat menghargai teman kita yang berbeda agama, apalagi yang bersekolah di sekolah negeri. Sebagai mahasiswa pun sama, bahkan ada banyak forum-forum dialog lintas iman yang dapat diikuti selama berkuliah. Dialog ini penting untuk menumbuhkan toleransi serta menambah pengetahuan kita mengenai agama-agama lain. Bagi yang sudah bekerja pun juga sama, semakin bertambah usia harusnya juga sudah semakin matang dalam hal ini.

Mengapa saya memilih cara untuk memulainya dari lingkungan sekitar? Karena semua itu harus dimulai dari hal yang kecil dulu. Syukur-syukur jika kalian sudah mampu mengaplikasikan itu dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkannya. Mungkin dengan menjadi pelopor organisasi lintas agama atau perdamaian agama.

Jadi, keberagaman agama di Indonesia ini adalah harta berharga yang harus terus dijaga oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Jika ada yang masih tidak berbuat demikian kita harus berani menegur. Jangan biarkan keindahan ini dirusak oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Perdamaian dan toleransi adalah kunci, dan kunci itu kita yang pegang sendiri. Hidup NKRI! Wujudkan NKRI tanpa diskriminasi!

Daniel Kalis

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.