Menjadi Orang Katholik Yang Transformatif

Masa adven tahun 2019 telah kita masuki. Tema yang dipilih Keuskupan Agung Semarang adalah menjadi orang katholik yang transformatif. Pertanyaannya mengapa tema ini dipilih? Apakah relevansinya bagi kita umat katholik?

Mari kita renungkan dua kata kunci dari tema adven tahun 2019 yaitu umat katholik dan transformatif. Kata kunci yang pertama adalah umat katholik. Siapakah umat katholik itu ? Apakah kita termasuk didalamnya sebagai orang katholik baik itu sebagai remaja katholik, orang muda katholik, keluarga katholik, romo, suster atau biarawan dan biarawati ?

Secara definisi umat katholik adalah umat yang sudah dibaptis seturut tata cara gereja katholik baik yang baptis bayi atau baptis dewasa. Dengan dibaptis berarti kita menjadi anggota gereja katholik yang mengimani Yesus Kristus sang juru selamat. Setelah menjadi anggota gereja maka kewajiban kita adalah ikut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan menggereja baik sebagai individu maupun anggota atau pengurus di lingkungan, wilayah atau paroki menjadi saksi Kristus mewartakan khabar gembira yang sumber pengetahuannya dari Injil.

Kata kunci yang kedua adalah transformatif berarti mempunyai sifat berubah. Dalam tema adven, hal ini dimaknai sebagai pribadi yang siap diubah dan berdaya ubah. Siap diubah yang bagaimana? Ada beberapa contoh dalam kitab suci pribadi yang berubah setelah bertemu Yesus seperti Zakeus dan Paulu. Jadi apakah kita siap diubah oleh Kristus menjadi pribadi yang penuh belas kasih, rendah hati, lemah lembut, sabar, setia, suka cita, peduli penuh empati, siap melayani, bertumbuh seperti biji sesawi, dan berani mencari dan mengembangkan talenta diri anda? Jawabannya ada pada diri anda masing-masing. Seandainya masih belum berubah, maka di masa Adven inilah anda dapat melakukan perubahan. Lakukan perubahan sedikit demi sedikit sambil dinikmati prosesnya. Yang tadinya tidak peduli dengan lingkungan, maka pedulilah. Yang tadinya sujar mengucapkan terima kasih, maka ucapkanlah terima kasih. Yang tadinya sukar untuk berbagi, maka berbagilah. Yang tadinya hanya mau dilayani, maka mulailah melayani dengan tulus hati.

Berdaya ubah adalah hasil atau buah dari sikap dan karya hidup kita yang dirasakan oleh orang-orang di sekitar lingkungan kita baik di keluarga, sekolah, masyarakat, tempat kerja atau bahkan dunia global. Ketika kita membawa kegembiraan, kedamaian, kejujuran, kepastian dalam setiap situasi dan kondisi dimanapun kita berada disitulah kita menghadirkan Kristus. Itulah wujud pewartaan dan tugas kita sebagai saksi Kristus.

Kembali kepada diri kita masing-masing. Sudah sejauh mana kita mengimani Kristus sebagai umat katholik yang sudah dibaptis. Apakah kita mau diubah atau berubah sehingga benar-benar bisa mengikuti jalan keselamatan Kristus dan menjalankan tugas pewartaan. Dan siapkah berdaya ubah menjadi saksi Kristus? Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada seluruh mahkluk. Selamat menjalani masa adven 2019.

Default image
Danang Wijaya

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.

Leave a Reply