Pengertian dan Logo Sinode

PENGERTIAN
Sinode menunjuk pada Gereja yang berkumpul untuk menjawab beberapa pertanyaan penting dalam terang Injil dan dengan bantuan Roh Kudus. Kata sinode terdiri dari dua kata Yunani – bersama (syn – with) dan jalan (odos – path) – yang berarti berjalan/berziarah bersama. Santo Yohanes Krisostomus mengatakan Gereja adalah sebuah nama yang artinya “berjalan bersama”. Gereja bukanlah sebuah institusi, juga bukan didirikan oleh klerus. Gereja adalah semua umat – umat Allah – berkumpul bersama karena rahmat untuk menjadi instrumen bagi keselamatan semua orang (Lumen Gentium, 9). Gereja adalah umat yang berziarah menuju ‘langit yang baru dan bumi yang baru’ (Wahyu 21:1).

Sinode yang kita jalani ini adalah sinode yang ke-16. Pertama kali, sinode diadakan pada masa Paus Paulus VI pada 15 September 1965. Setiap sinode senantiasa merefleksikan bersama isu-isu publik dan pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka di setiap zaman.

Dasar biblis1 dari sinodalitas ini dapat ditemukan pada kisah perjalanan dua murid ke Emaus. Dalam perjalanan itu, Kleopas dan sahabatnya berjalan bersama Yesus yang telah bangkit. Sepanjang perjalanan bersama itu, mereka memperbincangkan peristiwa yang terjadi pada Yesus; Yesus – yang tak mereka sadari – lalu menjelaskan isi Kitab Suci kepada mereka. Kisah itu berakhir dengan makan bersama di mana mereka akhirnya mengenali Dia ketika memecah-mecah roti. Sinodalitas berarti berjalan bersama dalam sebuah pencarian (bersama) akan Kristus dalam Kitab Suci, doa dan kehidupan bersama.

Dalam pengertian ini, sinodalitas memampukan seluruh Umat Allah untuk berjalan maju bersama-sama, dengan mendengarkan Roh Kudus dan Sabda Allah, untuk berperan serta dalam misi Gereja dalam persekutuan yang ditetapkan Kristus di antara kita. Pada akhirnya, langkah dari berjalan bersama ini adalah cara yang paling efektif untuk menyatakan dan mempraktikkan sifat Gereja sebagai Umat Allah yang berziarah dan misioner (PD, 1).

LOGO SINODE

Pada logo ini ada sebuah pohon besar, megah, penuh kebijaksanaan dan bercahaya, mencapai langit. Sebuah tanda vitalitas dan pengharapan mendalam yang mengungkapkan salib Kristus. Tanda ini memegang Ekaristi, yang bersinar seperti matahari. Cabang-cabang horizontal, yang terbuka seperti tangan atau sayap, yang pada saat yang sama menunjuk pada Roh Kudus. Umat Allah tidak statis: terus bergerak, mengacu langsung pada etimologi kata sinode, yang berarti “berjalan bersama”. Perjalanan orang-orang dimulai dari Pohon Kehidupan dan Pohon ini menghembuskan dinamika umum yang sama kepada orang-orang dan menyatukan mereka.

Lima belas merangkum kemanusiaan keragaman situasi kehidupan generasi dan asal-usulnya. Siluet ini diperkuat oleh banyaknya warna-warna cerah yang merupakan tanda kegembiraan. Tidak ada hierarki di antara orang-orang ini; semuanya berada pada pijakan yang sama: muda, tua, pria, wanita, remaja, anak-anak, kaum awam, kaum religius, orang tua, pasangan, lajang, sehat, cacat; uskup dan biarawati tidak berada di depan mereka, tetapi di antara mereka. Sudah sewajarnya bahwa anak-anak, kemudian remaja membuka jalan, mengacu pada kata-kata Yesus dalam Injil ini: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang-orang kecil” (Mat 11:25). Garis dasar horizontal: “Untuk Gereja Sinodal: Persekutuan, Partisipasi dan Misi” melintang dari kiri ke kanan ke arah kumpulan orang yang berbaris, menggarisbawahi dan memperkuatnya, hingga diakhiri dengan “Tema Sinode 2021 – 2023”, titik tinggi yang mensintesis keseluruhan.

Veronica Naning
Veronica Naning
Articles: 49

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Butuh bantuan? Hubungi kami