Pentingnya Update Data Umat Paroki

Pentingnya Update Data Umat Paroki

Dalam proses Temu pastoral 2019 di bulan Januari lalu, Paroki Santa Maria Assumpta Gamping masih termasuk salah satu paroki yang belum menyerahkan data umat terkini, sehingga pihak keuskupan mengalami kendala dalam melakukan sinkronisasi data umat. Menindaklanjuti proses tersebut, Paroki Gamping diminta segera melakukan pengkinian data umat paroki untuk dilaporkan kepada Keuskupan.

Pada aspek lain, kepentingan pemakaian data umat semakin nyata ketika pastoral yang dilakukan diminta berbasis data riil. Untuk berbagai program dan rencana yang dikaitkan dengan sasaran pastoral, semestinya paroki selalu merujuk pada data lapangan. Maka, sebagaimana banyak proses berkomunitas telah berlaku di masyarakat selama ini, kita selalu mengalami bahwa di komunitas apa pun yang kita masuki, sering ditanya mengenai identitas diri, keterkaitan kita dengan seseorang, atau hubungan relasi kita dengan seorang yang dikenal sebagai public figure.

Demikian pula halnya dalam bermasyarakat di paroki. Sebagai warga paroki kita perlu mendaftarkan diri agar bisa dicatat sebagai umat di wilayah terirori yang terdekat. Jangan sampai saat kita mengalami persoalan, kita tidak tahu kepada siapa meminta bantuan terkait layanan pastoral yang sesuai. Atau bahkan kita tidak tahu ke wilayah lingkungan mana seharusnya kita bergabung untuk berdinamika dan merasakan kebersamaan sebagai komunitas paguyuban umat Allah. Jika segalanya menjadi jelas, kita bisa ikut berbagai kegiatan di lingkungan, wilayah, atau paroki terutama kegiatan-kegiatan sosial dan liturgis keagamaan. Demikianlah komunitas berkembang sebagai paguyuban yang saling mendukung dan mengembangkan guna membangun kesejahteraan bersama (bonum commune) dalam kebersamaan dengan warga masyarakat sekitarnya.

Guna mendukung pelayanan yang semakin baik dan rapi, maka di tahun 2019 ini secara khusus Dewan Pastoral Paroki telah menjalankan proses updating atau pengkinian data umat lingkungan se-paroki Gamping 2018 yang digulirkan hingga akhir Desember 2018. Saat ini beberapa lingkungan terakhir masih berproses untuk validasi data bersama tim Litbang Data. Dari proses ini paroki akan mempunyai database umat dan keluarga sehingga akan dimudahkan dalam memberikan pelayanan pastoral pada berbagai bidang, misalnya pelayanan kemasyarakatan (dana papa miskin, dana APP), atau layanan administratif di sekretariat paroki yang berkaitan dengan sakramen-sakramen Gereja.

Sejalan dengan salah satu fokus pastoral dalam programasi tahun 2019, yang direkomendasikan dari Kevikepan DIY yaitu tata kelola administrasi, yang di dalamnya termasuk validitas data umat, maka penting kita semua mulai merapikan data dan informasi yang terkait dengan kondisi keluarga masing-masing dan kaitannya dengan layanan pastoral Gereja. Karena itu, mulai tanggal 1 April 2019 mendatang, seluruh umat diharapkan sudah mempunyai Kartu Keluarga yang telah diupdate pada tahun 2018-2019 ini.

Untuk mendapatkan layanan pastoral dan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan dan program yang dikembangkan Paroki dibutuhkan salinan kartu keluarga. Jadi, apabila saat bapak/ibu/saudara mengurus layanan administrasi atau bantuan Danpamis/APP belum membawa fotokopi kartu keluarga, akan dipersilakan mengisi form yang ada di sekretariat paroki. Hal ini sama seperti kalau kita mengurus keperluan di kelurahan atau kecamatan atau lembaga lain yang membutuhkan kejelasan identitas kita sebagai warga masyarakat, kita akan diminta membawa salinan kartu C1 atau KTP.

Mari kita dukung kegiatan pastoral berbasis data yang semakin rapi dan sistematis guna meningkatkan layanan pastoral yang murah hati dan tepat guna, tepat orang sehingga semakin banyak umat terbantu. Kiranya Tuhan yang telah mengawali karya yang baik dalam hidup kita, akan berkenan menyelesaikannya pula.

Berkat Tuhan.

618 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Veronica Naning