Perlukah Adanya Pemberhentian Teknologi?

Zaman semakin maju, globalisasi benar-benar mengubah wajah dunia menjadi jauh lebih modern. Kita sudah memasuki era di mana teknologi (hampir) menjadi hal yang tak terpisahkan dari kehidupan setiap insan.

Setiap hari, terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan sudah barang pasti bersinggungan dengan teknologi. Setiap waktu yang dihabiskan rasa-rasanya ada saja kaitannya dengan hal satu ini. Dari mulai bangun pagi lalu langsung cek handphone misalnya, kemudian sarapan dengan mengambil lauk dari kulkas, sampai berpergian dengan kendaraan bermotor, semuanya berhubungan dengan teknologi.

Kita tidak bisa membantah bahwa perkembangan teknologi yang amat pesat ini memang sangat membantu kehidupan sehari-hari manusia. Teknologi membuat segalanya menjadi lebih mudah dan praktis. Dalam berpergian misalnya sekarang sudah ada aplikasi ojek daring. Dari yang dulunya harus menunggu bus atau mencari ojek di pengkolan sekarang tinggal klik dan kita tinggal duduk-duduk santai menunggu driver datang. Hal ini tidak terlepas dari handphone sekarang yang fitur-fiturnya sudah semakin canggih. Dari yang dulu hanya bisa untuk sms dan telepon sekarang sudah hampir bisa untuk segalanya, seolah-olah berbagai kebutuhan hidup ditarik ke dalam benda satu ini.Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh perkembangan teknologi lainnya, tetapi jika saya jabarkan semua tentu akan menjadi satu artikel lagi.

Intinya adalah dibalik segala kelebihannya, teknologi juga menyimpan ancaman serius jika kita tidak berhati-hati. Ancaman ini sudah kita rasakan dalam bentuk yang boleh dibilang masih ‘jinak” seperti berkurangnya interaksi sosial langsung di masyarakat, banyaknya pengangguran karena pekerjaan mereka digantikan oleh mesin, polusi karena kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Nah, berbagai macam dampak negatif tadi menggelitik saya untuk merenungkan sesuatu, bagaimana jika suatu saat teknologi yang telah kita ciptakan ini mengambil alih dunia, lalu kita sebagai manusia dijadikan ‘budak’ teknologi? Mungkin beberapa dari kalian berpikir ini terlalu dibuat-buat atau saya yang imajinasinya terlalu tinggi, tetapi menilik dari apa yang terjadi dewasa ini kemungkinan hal itu untuk terjadi seperti di film-film Hollywood menjadi mungkin. Ada dua hal yang memungkinkan terjadinya alih fungsi teknologi itu, yang pertama, para pakar teknologi di seluruh dunia berlomba-lomba untuk meningkatkan teknologi mereka secanggih mungkin. Tujuannya jelas untuk semakin memudahkan aktivitas umat manusia yang juga berarti semakin memanjakan kita. Suatu saat mungkin kita tinggal tidur di kasur dan semua aktivitas keseharian kita dapat dijalankan dengan mesin seperti mandi, makan, memakai baju, dan lain sebagainya. Orang-orang tak terbiasa mandiri lagi, mereka menjadi malas bergerak dan berpikir kritis. Dunia akan dipenuhi oleh orang-orang pemalas yang amat bergantung pada teknologi. Ketika saat itu terjadi, maka boleh dibilang kita sudah kalah dengan sesuatu yang kita kembangkan sendiri.

Yang kedua berhubungan dengan AI. Bagi yang belum tahu AI merupakan singkatan dari artificial intelligence yang berarti kecerdasan buatan. Mengapa AI ini saya masukkan dalam salah satu faktor? Itu karena perkembangan AI sekarang membuat saya resah. AI sudah hampir mencapai tingkat yang sama dengan kesadaran manusia. Bagaimana jika nanti ada pihak-pihak jahat yang bermaksud mengendalikan dunia dengan bantuan AI? Atau bagaimana jika AI lalu memiliki pikiran jahatnya sendiri? Bagaimana jika suatu saat robot dapat memperbanyak diri dan membentuk koloninya sendiri untuk menyerang manusia? Kita tentu tidak ingin kejadian seperti dalam film Terminator, Ex Machina, I Robot, atau Automata sungguh-sungguh terjadi dalam kehidupan nyata.

Suatu saat nanti, boleh jadi manusia harus melakukan pemberhentian teknologi untuk mengatasi situasi ini. Perkembangan teknologi harus dihentikan pada suatu titik sebelum kehancuran itu benar-benar terjadi. Masa itu akan menjadi masa yang menegangkan dan penuh dengan kontroversi, akan ada yang pro dan kontra.

Meski begitu, teknologi bisa saja terus berkembang sepanjang masa dengan segala variasinya asalkan masih dalam kontrol kita sebagai manusia. Jika teknologi itu sudah di luar kendali, mungkin adanya pemberhentian teknologi ini juga patut diperhitungkan.

Daniel Kalis

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.