Pertemuan Pendamping PIA Paroki Gamping

Berawal dari keprihatinan, melihat kegiatan PIA (Pendamping Iman Anak) yang hanya terlihat aktif berkegiatan di paroki pada saat Napas (Natal dan Paskah). Maka, diadakanlah pertemuan PIA guna untuk mencari solusi akan keprihatinan tersebut. Pertemuan tersebut telah terlaksana dengan lancar pada hari Minggu, 14 Januari 2018 di Gedung Pastoral Paroki dan dihadiri oleh sekitar 15 perwakilan pendamping dari masing-masing lingkungan dan wilayah di Paroki Maria Assumpta Gamping.

Pertemuan PIA tersebut juga dihadiri oleh Romo Martinus Joko Lelono, Pr. kemudian melakukan pendataan lingkungan dan wilayah mana saja yang pada pendampingnya aktif mengadakan kegiatan dan lingkungan mana saja yang belum aktif. Hasil pendataan diperoleh bahwa ada beberapa lingkungan yang rutin aktif mengadakan kegiatan pendampingan iman anak, atau sering disebut Sekolah Minggu, seperti Lingkungan Santo Agustinus, Santa Maria, Santo Georgius, Santo Ludovikus (Wilayah Balecatur), ada juga Lingkungan Santo Yusuf (Wilayah Gamping), Lingkungan Santa Ceacilia Onggobayan (Wilayah Banyuraden), Lingkungan Santo Hieronimus, Santo Yohanes (Wilayah Gesikan), Lingkungan Santo Mateus, Santa Monica (Wilayah Mejing). Namun, di sisi lain ada juga beberapa lingkungan yang belum rutin aktif mengadakan kegiatan pendampingan seperti Lingkungan Santo Paulus, Santo Thomas Aquinas, Santo Yustinus Martir (Wilayah Sidoarum), dan beberapa lingkungan di wilayah Gamping.

Pertemuan PIA tersebut juga memunculkan pendapat antara pendamping PIA yang hadir. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh pendamping yang rutin aktif melakukan pendampingan dan juga yang belum aktif melakukan pendampingan. Kesulitan tersebut seperti kurangnya dukungan orang tua anak yang bersangkutan dan juga warga lingkungan untuk kegiatan Sekolah Minggu. Para pendamping merasa sudah berusaha untuk selalu memberikan info baik kepada orang tua anak maupun kepada umat, namun kurang ada tanggapan yang baik, dan bila ada yang menanggapi hanya orang-orang yang sama saja seperti sebelumnya. Kesulitan yang dihadapi juga dalah kurangnya komunikasi dan kerjasama antara pendamping dan warga lingkungan, sehingga para pendamping seringkali harus berusaha ekstra untuk mempersiapkan semua keperluan pendampingan. Selain itu, kesulitan yang terjadi adalah di lingkungan yang memiliki banyak anak untuk didampingi, namun kekurangan tenaga pendamping atau bahkan tidak ada sama sekali pendamping.

Ada muncul pertanyaan berkaitan dengan kesulitan yang ditemui selama pendampingan anak-anak. Seperti bentuk pendampingan macam apa atau seperti apa yang menarik untuk diberikan kepada anak-anak? Selain itu, bagaimana menumbuhkan kerinduan pada anak untuk berkumpul? Karena selama ini yang terjadi adalah tidak adanya alasan untuk berkumpul. Salah satu solusi yang muncul dalam pertemuan tersebut adalah dengan menghidupkan kembali Sekolah Minggu, sehingga itu menjadi alasan anak-anak dapat tertarik untuk berkumpul bersama dengan teman-teman seimannya dan meninggalkan dunia gadget-nya.

Romo Joko menyampaikan dalam pertemuan tersebut mengenai keprihatinannya bahwa dengan melihat kondisi Gereja saat ini kurang hidup tanpa kehadiran anak-anak. Perkembangan jaman sekarang ini membuat anak-anak sibuk dengan gadget-nya masing-masing tanpa ada komunikasi yang baik dengan orang tua dan orang di sekitarnya. Romo Joko juga menekankan bahwa PIA ini adalah sebagai bentuk perpanjangan tangan Romo untuk dapat merangkul anak-anak. Keterbatasan Romo yang tidak mungkin merangkul ribuan umat di Paroki Santa Maria Assumpta Gamping ini membutuhkan bantuan dari banyak kalangan. Terlebih dengan adanya PIA diharapkan dapat membantu Romo dalam melakukan pendampingan iman bagi anak-anak usia dini.

Permasalahan keprihatinan tersebut memunculkan banyak ide dari para pendamping yang hadir. Seperti ide yang disampaikan Romo Joko mengenai usulan untuk setiap minggu ketiga pada misa kedua dijadwalkan untuk petugas koor adalah dari anak-anak PIA. Ide lain yang muncul adalah dengan melakukan penggabungan antara lingkungan yang tidak aktif pendampingnya dengan lingkungan yang aktif. Ada juga ide yang sebenarnya sudah lama direncanakan seperti pembuatan modul untuk panduan pendampingan iman anak.

Pada akhir pertemuan, masing-masing pendamping perwakilan dari setiap lingkungan maupun wilayah yang aktif maupun yang pernah aktif melakukan kegiatan pendampingan diminta untuk membuat laporan keadaan Sekolah Minggu di wilayahnya masing-masing dan juga kegiatan apa saja yang pernah dilakukan. Harapan yang muncul adalah dengan diadakan pertemuan PIA ini dapat menggerakan kembali para pendamping dengan saling bertukar informasi antara pendamping sehingga dapat memberikan semangat dalam pelayanan.

Komsos Gamping
Komsos Gamping
Articles: 44

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Butuh bantuan? Hubungi kami