Kata-kata “Tim Panduan” mungkin terdengar asing di telinga kita. Namun kini kata-kata tersebut sudah mulai lazim terdengar. Di bawah naungan Tim Liturgi, sekitar tahun 2015 terbentuklah Tim Panduan di Gereja Santa Maria Assumpta Gamping.
Sejak dulu, penyusunan panduan di Gereja Santa Maria Assumpta Gamping hanya dikerjakan oleh Bapak Mursito selaku sekretariat paroki (masih menjabat hingga sekarang). Beliau menyusun panduan dengan dua bahasa, Indonesia dan Jawa. Keseluruhan konten panduan, baik dari doa, bacaan, maupun mazmur dikerjakannya seorang diri. Seiring berjalannya waktu, Mbak Wulan, salah seorang OMK bersedia membantu dalam penyusunan panduan Bahasa Indonesia. Awalnya memang hanya dihandle satu orang, tetapi kemudian Mbak Wulan dibantu oleh Mbak Uli dalam penyusunan panduan Bahasa Indonesia. Setelah adanya pergantian Wakil Dewan Paroki sekitar tahun 2015, muncullah perekrutan Tim Panduan dengan Mas Hugo sebagai kadernya. Ia mengatakan begini, “Setelah pergantian itu, muncul pemahaman bahwa yang namanya Tim Panduan Paroki itu harus melibatkan sebuah tim, bukan perseorangan saja.” Model perekrutan anggota dilakukan secara terbuka dan diumumkan melalui panduan mingguan, serta dari mulut ke mulut. Untuk anggota sendiri Tim Panduan cenderung mencari pemuda-pemudi gereja, namun tetap dengan senang hati menerima bapak/ibu yang ingin bergabung. Dalam pencarian anggota itu sendiri memang tidak mudah. Hanya sedikit ketertarikan dari umat yang muncul. Justru kebanyakan dari umat menawarkan diri untuk membantu secara incidental, misalnya saat hari raya seperti Pesta Nama, Paskah, maupun Natal. Namun seiring berjalannya waktu, anggota Tim Panduan terus bertambah hingga saat ini berjumlah 13 orang. Dalam praktek kerjanya, Tim Panduan dibagi menjadi beberapa divisi khusus seperti desain sampul, doa, bacaan, serta mazmur dan lagu. Di dalam penyusunannya, diadakan kesepakatan deadline, dikarenakan Tim Panduan tidak hanya bekerja sendiri namun bersama percetakan. Mas Hugo sebagai kader memiliki maksud tersendiri dalam menggunakan sistem ini. “Sistem kerjanya dirancang seperti ini agar anggota-anggota yang masih menempuh pendidikan di bangku SMA dan kuliah dapat berlatih bekerja layaknya di kantor. Harapannya, apabila saat mereka kelak tes interview kerja, proses kerja di Tim Panduan dapat diceritakan secara sistematis, bukan hanya diceritakan dalam perspektif komunitas dan organisasi”, begitu kata umat lingkungan St. Lucia Ngawen ini. Proses penyusunan panduan ini memang tidak selalu mulus. Terkadang aktivitas sekolah, kuliah, maupun kerja cukup menyulitkan anggotanya. Akan tetapi hal tersebut tidak terlalu menghambat kerja Tim Panduan, karena anggota yang lain cukup peka untuk membantu apabila ada anggota yang merasa kesulitan. Di samping itu, hasil akhir panduan juga pernah mengalami kesalahan, baik dalam panduan mingguan maupun hari raya. Kesalahan tersebut misalnya dalam bacaan serta mazmur dan lagu pada panduan mingguan. Untuk mengatasi kesalahan tersebut, Tim Panduan langsung dengan sigap memberi suplemen bacaan atau mazmur yang benar. Selain kegiatan rutin berupa penyusunan panduan, Tim Panduan juga kerap mengadakan pertemuan santai sekadar ngobrol-ngobrol maupun diskusi ringan. Tidak hanya itu, Tim Panduan juga pernah melakukan ziarah bersama ke Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran dan makan bersama. Kegiatan ini diperlukan untuk merekatkan dan mengokohkan hubungan interpersonal antar anggota Tim Panduan. Dengan adanya Tim Panduan ini pun memberikan respons dan dampak yang positif bagi umat. Dilihat dari segi fisik panduan, kini banyak umat yang senang karena lebih berwarna. Hal tersebut juga membuat umat merasa memiliki panduannya, sehingga banyak kritik dan saran yang masuk untuk meningkatkan kinerja Tim Panduan. Di akhir, Mas Hugo menyampaikan harapannya bagi Tim Panduan ke depannya. Ia menyampaikan begini, “Harapan ke depannya, Tim Panduan mungkin lebih diminati umat di paroki. Karena Tim Panduan sendiri, seperti Misdinar, dan Komsos, dapat menjadi wadah umat di paroki untuk berkarya. Dan terlebih untuk OMK, dengan terlibat dalam Tim Panduan, mereka dapat melatih softskill mereka.”

Butuh bantuan? Hubungi kami