Sarasehan Ketua Lingkungan

Menutup seluruh rangkaian kegiatan Pesta Nama HUT Pelindung Gereja Santa Maria assumpta Gamping yang ke-60 telah dilakukan kegiatan sarasehan Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan secara daring. Kegiatan yang bertema “Dengan teladan Bunda Maria tetap tinggal dalam Kristus dan berbuah” ini terselenggara pada hari Minggu sore, 15 Agustus 2021 dan diikuti 39 peserta dengan pembicara pastor Paroki Gamping, Rm. Yoseph Nugroho Tri Sumartono, Pr.

Sarasehan ini bertujuan membingkai pengalaman syukur atas penyertaaan Bunda Maria dalam pelayanan yang selama ini telah dijalankan dengan baik oleh para Ketua Lingkungan (Kaling) dan Ketua Wilayah (Kawil) se-Paroki Gamping. Karena itu, dalam paparan materinya juga diawali dengan Lectio Divina dengan mencecap kutipan Kitab Suci tentang Bunda Maria yang menjalankan perutusannya sebagai ibu Yesus dengan total, setia, tekun sampai akhir.

Pengalaman dan perjalanan suka duka Bunda Maria itu menginspirasi para Ketua Lingkungan untuk menemukan suka duka pengalaman melayani umat Allah di lingkungan masing-masing. Dalam sharing pengalaman beberapa kaling ada banyak hal yang mengesan dan dapat menjadi pembelajaran atau tambahan wawasan atau pengalaman. Peran Kaling yang paling tampak adalah ketika ada umat yang meninggal dunia. Kesulitan dan pengalaman membantu keluarga berduka, utamanya di masa pandemi ini sungguh merupakan pengalaman yang membuka kesadaran baru bahwa segala sesuatu dicukupkan oleh Tuhan melalui bantuan orang-orang di sekitarnya. Kisah Bunda Maria dalam mukjizat di Kana menunjukkan bahwa ada banyak peran orang-orang di balik layar, ada komunikasi antara Bunda Maria dengan para pelayan sebelum mukjizat Yesus terjadi. Dalam peristiwa keseharian, banyak hal besar berjalan dengan baik karena kontribusi atau peran banyak orang yang tidak terlihat tetapi sungguh mendukung dan melaksanakan bagian-bagian penting bagi kelancaran sebuah acara atau kegiatan. Mereka ini sering terlupakan, atau tak dianggap padahal tanpa mereka kegiatan yang diancang bisa sia-sia atau gagal terlaksana.

Sebagian peserta sarasehan Ketua Wilayah & Ketua Lingkungan.

Kaling lain menyampaikan kegembiraan sebagai pengurus lingkungan, bahwa menjadi ketua lingkungan itu sebenarnya mudah, tetapi wadahnya jangan kosong agar bisa melayani dengan baik. Setiap pemberian pelayanan akan mengembalikan berkat dalam bentuk sukacita. Menjadi pengurus lingkungan itu relatif mudah, karena sejak awal sudah dibekali, bahwa menjadi ketua lingkungan harus bahagia, dibuat seneng, apalagi dukungan sesama pengurus sangat baik dan kompak. Jadi mengurus lingkungan seneng-seneng saja meski ada umat yang tak peduli. Kondisi ini juga akan menyulitkan saat umat tidak mau terlibat dalam kegiatan lingkungan atau tidak mau menaati sistem administrasi yang ada, lalu yang bersangkutan mengalami peristiwa duka yang membutuhkan bantuan sehingga melimpahkan persoalan kepada Kalingnya. Hal ini merepotkan tetapi harus tetap dibantu dan diselesaikan.

Rama Nugroho menanggapi sharing-sharing tersebut dengan memberi catatan kunci. Memang kita berharap bahwa umat akan kompak, semaksimal mungkin. Namun kekompakan itu perlu diupayakan karena membuat kekompakan semua umat tidak mudah, pasti akan ada kelompok-kelompok parsial, sehingga sebagai pengurus yang sifatnya relawan, perlu mempunyai hati yang peduli, sederhana, sabar tekun dan setia seperti halnya Bunda Maria sendiri. Kita boleh marah atau kecewa atas berbagai situasi, tetapi jangan mutung, keduanya berbeda. Yesus juga punya pengalaman marah tetapi tidak pernah mutung, tetap menyelesaikan tugas panggilan-Nya sampai akhir karena taat kepada kehendak Bapa.

Sharing lain juga berisi pengalaman terkini berkaitan dengan persiapan pergantian kepengurusan di wilayah atau lingkungan. Beberapa kaling menyampaikan progres yang sudah dilakukan. Hal yang menarik adalah pandemi ini membuka peluang umat belajar teknologi, misalnya pemilihan dengan menggunakan google form yang disiapkan oleh orang muda lingkungan. Keterlibatan dan delegasi ini sekaligus merupakan upaya kaderisasi yang baik dalam membangun keterlibatan dan partisipasi nyata dalam dinamika lingkungannya. Bagi beberapa lingkungan lain yang belum berproses diharapkan sharing pengalaman itu menjadi inspirasi untuk mempercepat proses pemilihan dan penyusunan kepengurusan di lingkungan masing-masing.

Beberapa informasi penting yang mendukung pelayanan umat juga disharingkan misalnya penyediaan peti bagi umat yang kurang mampu, proses pangrukti laya bagi umat yang meninggal, cara mendekati umat untuk terlibat dalam kegiatan sesuai talenta atau minatnya, cara menyapa warga di lingkungan pada hari-hari senggang untuk mengetahui kondisi kebutuhan umat, dan sebagainya. Rama Nugroho menutup perjumpaan dengan memberikan penegasan bahwa Gereja mengutamakan keselamatan jiwa-jiwa. Panggilan menjalani perutusan Kaling dan Kawil ini akan menggerakkan umat untuk memberi kontribusi dan bantuan apabila setiap pribadi mau bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dalam segala aspek. Tema Tetap tinggal dalam Kristus dan berbuah limpah sungguh relevan dengan situasi Gamping. (ve).

Veronica Naning
Veronica Naning
Articles: 49

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Butuh bantuan? Hubungi kami