Menciptakan Keharmonisan Keluarga Di Zaman Sekarang

Tentu saja kita mengenal adanya keluarga. Keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita di dunia. Sejatinya, keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak meskipun pada realitanya sering tidak selaras dengan hal tersebut.Namun saya tidak akan membahas hal itu lebih jauh. Yang akan saya bahas di sini adalah pandangan saya tentang keluarga sekarang ini.

Di zaman teknologi ini, kita seolah sudah bosan dengan berita – berita tentang perceraian. Baik itu dari kalangan artis, pengusaha, bahkan mungkin dari orang – orang terdekat kita. Sebenarnya apa yang terjadi hingga mereka mudah sekali untuk memutuskan bercerai?

Saya melihat salah satu tantangan yang melanda keluarga saat ini adalah kurangnya kesadaran mengenai keluarga sebagai sebuah komunitas di mana masing – masing anggota hidup dalam semangat belarasa satu dengan yang lainnya. Kemampuan untuk berbelarasa ini yang perlahan hilang dalam kehidupan keluarga jaman sekarang. Berbelarasa membuat kita paham tentang arti penting kasih sayang dalam keluarga, membuat perbedaan yang jelas tentang kebahagiaan yang sejati dan semu. Kenyataan telah berbicara, betapa banyak keluarga yang broken home meski kebutuhan terhadap uang dan barang – barang terpenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak selamanya uang dan teknologi dapat menjadi pilar penopang kesetiaan suatu keluarga.

Makna dan panggilan hidup berkeluarga bukan diarahkan oleh uang atau pemenuhan kebutuhan – kebutuhan ekonomi melainkan oleh kemampuan serta komitmen untuk membangun hidup bersama atas dasar cinta. Di dalam cintalah belarasa sebagai kemampuan untuk mencintai dan menderita bersama menemukan dirinya. Kebersamaan seluruh hidup inilah yang mendasari kesejahteraan suami istri, anak – anak dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Dalam hubungan antara suami dan istri, sikap belarasa yang ada di antara mereka menentukan keutuhan dan kebahagian keluarga. Sikap belarasa selalu didorong oleh kasih yang luar biasa. Di dalam sikap ini selalu ada kemampuan untuk menderita bersama serta kemampuan untuk mencintai dan pada saat yang sama ada hasrat untuk berani menanggung derita bersama. Kebersamaan memainkan peranan utama dan menentukan. Lalu bagaimana cara untuk menjaga kebersamaan itu?Seperti kata orang zaman dulu, yang terpenting itu adalah komunikasi. Dan saya rasa hal itu masih berlaku di zaman sekarang ini. Tanpa adanya komunikasi maka akan timbul kecurigaan dan salah prasangka yang dapat memicu pertengkaran. Hal ini jika dibiarkan secara terus menerus tentunya tidak baik bagi kelangsungan hidup keluarga.

Dalam hubungan antara orangtua dengan anak, orangtua harus dapat memastikan bahwa setiap anak mereka mendapatkan kasih sayang yang adil dan merata. Seorang anak yang mendapat perhatian lebih akan merasa bahwa kasih sayang yang ia dapatkan berlebihan dan lalu menjadi luput membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Yang kekurangan perhatian sebaliknya, akan merasa haus kasih sayang dan perasan diabaikan. Apakah anda para orang tua telah memberikan kasih yang adil bagi anak – anak saudara? Jika belum mulailah berubah dari sekarang. Tak ada kata terlambat untuk berubah, jika masih memungkinkan maka lakukanlah segera!

Sudah banyak kasus di mana seorang anak mengalami luka batin akibat kurang kasih dan kurang cinta. Pengalaman tumpukan luka ini bisa menjadi semacam ”dosa keluarga” yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sebagai orang yang beriman, kita harus berusaha menghentikannya dan mulai memperhatikan mereka yang paling lemah.
Tentunya dalam setiap permasalahan keluarga yang kita semua hadapi jangan sampai melupakan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia selalu punya jalan bagi setiap masalah yang kita hadapi. Yesus tak akan memberikan cobaan yang lebih berat dari apa yang bisa hamba-nya perbuat. Semoga dalam terang Kasih – Nya kita selalu diberkati dan menjadi keluarga Kasih Allah. Amin.

Inspirasi dari :
1. Buku Meniti Jalan ke Dalam Diri Sendiri karya Ignas Tari
2. https://gerejagamping.wpinter.com/go/gUhi

Komsos Gamping
Komsos Gamping
Articles: 44

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Butuh bantuan? Hubungi kami