Srawung OMK Gamping: Menciptakan Pribadi Muda Katolik yang Berkompeten

Pada hari Minggu, 20 Oktober 2019 diadakan acara Srawung OMK yang bertempat di Aula Santa Maria Gereja St. Maria Assumpta Gamping. Acara ini diinisiasi oleh Pak Nudu dan Pak Yuli yang ingin agar OMK di Gamping ini dapat lebih berkembang ke depannya. Srawung OMK ini juga dihadiri oleh Wakil Dewan Paroki, Pak Danang serta Romo Joko.

Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Pak Nudu. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari Romo Paroki Gamping, Romo Martinus Suharyanto, Pr dan Wakil Dewan Paroki Bapak Danang. Begitu sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Romo Joko.

Pada kesempatan tersebut, Romo Joko memberikan materi yang berjudul “Menjadi Manusia”. Materi ini seperti dijelaskan romo di awal tujuannya adalah agar kita dapat menyadari seberapa berharga dan istimewanya diri kita ini. Untuk itu, pertama-tama Romo Joko mengajak untuk lebih mengenal diri kita dengan menjawab empat pertanyaan yaitu:

  1. Siapa aku ini?
  2. Apa tujuan hidup saya?
  3. Apa yang paling menyenangkan di hidup ini?
  4. Apa yang paling membebaniku di hidup ini?

Pertanyaan tersebut menjadi pengantar bagi tema kali ini, membawa kita merefleksikan hal dasar yang mungkin kita tak pernah memikirkannya. Kita terlalu banyak memikirkan hal-hal yang kompleks sehingga lupa terhadap hal yang mendasar atas hidup kita ini. Romo Joko mengajak kita untuk menyelam ke dalam diri kita yang terdalam agar kita paham esensi dari kehidupan ini.

Ada satu kalimat yang menarik, yakni,

Travel guide, the better way to enjoy the life adventure.

Kalimat ini menegaskan hasil yang ingin didapatkan setelah nanti kita lebih sadar mengenai diri kita, yakni dapat menemukan cara yang lebih baik untuk menikmati petualangan kehidupan.

“Kita menganggap hidup sebagai beban karena kita mengerjakan apa-apa sendiri. Kita lupa, bahwa kita punya Tuhan. Jika kita bisa percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya, pasti kita tidak akan menganggap itu sebagai beban,” ujar Romo Joko.

Materi kemudian dilanjutkan dengan lontaran pertanyaan kembali, tetapi kali ini mengenai apa artinya menjadi orang muda dan orang dewasa. Kami dibentuk kelompok berjumlah tiga orang dan diminta untuk mendiskusikan hal tersebut. Berbagai jawaban pun bermunculan, dan romo memberikan kesimpulan bahwa orang muda itu “the point of no return” atau tidak akan menjadi seperti yang kemarin.

“Jika hari kemarin kamu malas, ketika kamu memutuskan untuk berubah maka kamu tidak akan menjadi seperti itu lagi,” jelas Romo Joko.

Setelah itu, di bagian terakhir kami diajak untuk sadar bahwa diri kita ini istimewa. Kami diberikan video oleh Merry Riana yang menggugah perasaan. Romo juga menjelaskan bahwa menjadi istimewa itu tidak melulu mengikuti persepsi umum seperti memilki rambut lurus, kulit putih, mendapatkan nilai yang bagus, dan banyak lagi. Tuhan sudah menciptakan diri kita dengan keistimewaan masing-masing. Romo Joko juga memberikan pesan terakhir yakni “Jadilah Diri Sendiri”.

Setelah sesi dari Romo Joko dan istirahat makan siang berakhir, acara dilanjutkan dengan sesi yang dipandu oleh Pak Danang dan Pak Nudu Pada sesi ini, kita dibentuk kelompok yang beranggotakan enam orang dan kami diberikan tugas untuk merencanakan acara apa yang akan dilakukan ke depan, lengkap dengan rinciannya. Ada yang mengusulkan ekaristi kaum muda, tanam pohon mangrove, membuat kafe di gereja, dan masih banyak usulan lain yang menarik. Usulan-usulan ini ditampung dan selanjutnya akan dikoordinasikan mengenai realisasinya. Untuk memudahkan koordinasi, maka dibentuk grup WhatsApp sebagai sarana berkomunikasi.

Para OMK yang hadir di sana menjadi generasi pertama dari kegiatan Srawung OMK ini. Acara ini rencananya akan diadakan lagi ke depannya untuk menciptakan generasi-generasi baru. Dengan begitu, diharapkan peran OMK dalam kehidupan menggereja dapat lebih aktif lagi.

Default image
Daniel Kalis

Jangan Ketinggalan Berita

Masukan email Anda untuk subscribe ke buletin kami.

Leave a Reply