Teman Yang Sebenarnya

Saat kamu mencari teman hanya berdasarkan kesenangan, kamu nggak akan pernah menemukan teman yang sebenarnya. Mungkin kamu belum menyadari, namun jika kamu sudah dewasa, sudah bekerja, melainkan menemukan orang yang dapat bekerjasama dengan kamu, kamu malah akan mendapati banyak orang yang akan menjatuhkan kamu, dan apabila kamu pada titik itu tidak memiliki teman yang sebenarnya, kamu akan benar-benar jatuh. Dan hilang harapan hidup. Apa kamu mau hidup seperti itu?

Berbanding terbalik dengan orang yang memilih pertemanan berdasarkan kepedulian, saat dijatuhkan orang lain, walaupun akan terjatuh, setidaknya ada yang mengangkatmu.

531 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Saya Tantang Dewan Paroki Baru

Sudah cukup saya berbasa-basi, kini saatnya saya unjuk gigi menantang Dewan Paroki yang mulai pada tahun kegiatan ini.

Ingin tahu kenapa? Baca sampai habis!

Pertama, mari lihat kekayaan gereja mulai dari estetika hingga persona, dari bangunan hingga manusia, tentu sangat beragam, kita dapat bertemu banyak orang ketika pergi ke gereja, dapat bertegur-sapa terhadap satu sama lain.

Namun lama kelamaan saya berpikir, ini ada yang kurang, ini ada yang hilang. Momen seperti itu seharusnya diwartakan, diceritakan, dijadikan sesuatu yang dapat dipamerkan kala tua terhadap cucu dengan bilang “ini lho, ini kakek waktu ikut koor di gereja, masih ganteng kan?” sambil menunjukan foto tua yang berada dalam album.

Kabar suka cita yang kita sama-sama rasakan harus selalu hangat, seperti kita melihat senyum bayi yang sedang di gendong ibunya untuk berkat romo, ketika kita mendengarkan cerita dari teman sehabis beribadah, atau ketika kita menggigit bakpao coklat panas yang dijual abang-abang bermotor di parkiran gereja. Ini harus ditulis, ini semua bentuk sejarah.

Apa sih poin saya? Seberapa penting?

Nah, ini lah kenapa saya menantang Dewan Paroki, sebelumnya kita patut tahu bahwa Dewan Paroki melakukan pekerjaan baik untuk gereja. Semua tim kerja hingga komunitas kreatif gereja tentu akan bergantung pada Dewan untuk beberapa hal. Ketika muda-mudinya kreatif, setidaknya Dewan juga perlu kreatif untuk mengimbangi, bukan begitu? Namun kira-kira Dewan Paroki-nya sendiri kreatif nggak sih? Mari kita selidiki, saya yakin pasti ada orang yang ingin mengetahui kegiatan Dewan, apa saja yang direncakan, dikerjakan, hingga dicapai. Terutama bagi Komsos Gamping, selaku brand ambassador gereja, Komsos juga perlu untuk mendokumentasikan segala kegiatan dan acara pada lingkup Paroki.

Dan selain untuk membuktikan bahwa Dewan Paroki Gamping adalah Dewan yang kreatif, tentu ini juga bisa sebagai transparansi kerja. Oleh sebab itu, dengan ini saya menantang Dewan Paroki Gamping untuk membuat 1 artikel per minggu di web gereja.

Perlu diketahui bahwa Dewan Paroki memiliki kegiatan rutin yaitu rapat bulanan, jika setiap bulan mereka bisa berkumpul dan merencanakan suatu yang baik, maka bisa nggak ya setiap minggu mereka nulis artikel di web gereja mereka sendiri?

Itu adalah poin saya, dan seberapa penting itu? Saya ingin kamu sendiri yang menentukan, bantu up vote posting ini dan kirim ke Dewan Paroki yang kamu kenal.

“Jika kita dapat memperhatikan hal kecil, maka kita siap untuk hal yang lebih besar.”

Salam kreatif. 🙂

987 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Ketemu Orang Kreatif, Langsung Manfaatkan!

Menurut saya, dalam lingkup gereja pasti banyak banget orang kreatif, namun kadang mereka nggak nemu tempat yang tepat untuk mereka berkarya. Nggak nemu tempat, atau memang tidak ada orang yang mencari.

Penting, harus ada orang yang mencari, karena kalau tidak, kita harus menunggu orang yang inisiatif untuk membuat karya bagi gereja.

Yang saya bicarakan adalah, jika ketemu orang kreatif, ya langsung manfaatkan. Tentu di dalam hal baik, ajak ia berkarya; fotografi gereja, video gereja, tulisan-tulisan untuk gereja, dan luas lagi.

Penting juga bagi dewan gereja untuk bergerak aktif jika melihat muda-mudi gereja yang kreatif dan aktif, ajak mereka ngobrol, tanya muda-mudi itu ingin berbuat apa untuk gerejanya, bukan hanya menunggu dan melihat mereka mau berbuat apa, bukan seperti itu cara kerja industri kreatif. Saya yakin, sebelum ditanya, muda-mudi super kreatif ini sudah punya rencana yang ingin mereka buat untuk gerejanya, mereka perlu dukungan.

Saat mereka bilang ingin membuat EKM, dukung mereka membuat EKM, ingin buat Film, dukung mereka buat Film, dan seterusnya. Itu kenapa orang tua ada, untuk mengayomi anak muda, biarkan anak muda berkreatif secara liar, jangan dipersulit, karena anak-anak muda ini, mereka adalah Ferrari di jalur cepat, jangan buat mereka lambat.

Gini deh, kenapa kok judulnya “ketemu orang kreatif, langsung manfaatkan!”? Karena harusnya memang seperti itu, kita nggak pernah tahu dapet orang kreatif kapan lagi, mereka sangat berharga, jangan apatis terhadap anak-anak ini, mereka mungkin hanya terjadi satu kali.

713 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Satu Tahun

komsosgamping_WJ2018

Ini cerita, cerita kami bersama, saling rindu saling seru, tak jarang juga kami marah karena tak dapat bertemu. “Kesibukan VS kesibukan” kata salah satu pujangga, benar juga kataku. Sekarang hanya bisa berharap Tuhan beri waktu untuk mimpi dan rindu.

Siapa mimpi?
Siapa rindu?
Kok penting banget?
Mereka adalah harapan, mereka adalah suatu wujud kehadiran, kami untuk tetap berkembang, untuk menjadi suka cita, mewartakan tanpa imbalan.

Sekarang pukul 11:37, sembari menulis ini aku berkata kepada Tuhan dengan nada yang bahkan tidak ada karena hanya kuucap dalam gumaman. Aku berkata…

Tuhan, beri terang
Sebab kami siap untuk menatap ke depan
Tuhan, beri jalan
Sebab kami siap untuk berjalan
Tuhan, beri keikhlasan
Sebab kami sanggup memaafkan
Dan Tuhan, beri harapan
Karena kami takut putus asa

Dalam gumamanku yang terakhir, ku usap air mata yang sempat menetes. Aku berkata pada diri sendiri “Aku bangga ada disini”. Lebih dari itu, selamat ulang tahun.

1,502 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XIII

Bunda Maria

Berikut adalah konten panduan yang bisa diunduh. File berbentuk PDF, Anda dapat membukanya menggunakan PDF Viewer seperti Adobe Acrobat Reader, WPS Office atau PDF Reader online. Kami sediakan konten panduan berikut dengan tujuan pembelajaran. Gunakan sebaik mungkin.

1,764 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Selamat Ulang Tahun, Aloysius Gonzagaku!

ultah wilayah gesikan

Minggu (24/6), Wilayah Santo Aloysius Gonzaga Gesikan merayakan pesta nama, tepat pada Hari Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis. Perayaan syukur itu diawali dengan misa mingguan seperti biasanya. Dalam misa mingguan itu, Romo Martinus Joko Lelono, Pr memberi pesan dalam khotbahnya agar seluruh umat di Wilayah Gesikan dapat meneladan Santo Aloysius Gonzaga untuk berani menjalankan peran dan kisah hidupnya masing-masing. “Setiap orang diberi senjata untuk menjalankan peran dan kisah hidupnya. Seperti Santo Aloysius Gonzaga yang menyadari dan mau menerima kisah hidupnya di usia muda yaitu masuk Serikat Yesus. Walaupun ditolak oleh orang tuanya, dengan pendirian yang kuat Santo Aloysius Gonzaga tetap meninggalkan gelar kebangsawanan serta harta benda warisannya dan memberikannya kepada adiknya.”

Perayaan syukur itu terasa syahdu ketika para Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Santo Aloysius Gonzaga Gesikan menyanyikan lagu “If We Hold On Together” seusai misa. Lagu itu terasa semakin syahdu ketika anak-anak membagikan setangkai bunga mawar kepada umat yang hadir dihiasi dengan kepolosan wajah mereka. Hal ini juga sesuai dengan harapan Sista Mayangdarastri, yang merupakan Ketua OMK Wilayah Gesikan. “Aku berharap antara anak-anak, orang muda, dan bapak-bapak ibu-ibu bisa lebih kompak. Semua generasi bisa bekerjasama melayani Gereja dengan kebahagiaan dan kebersamaan”, begitu ungkapnya.

Suasana pun semakin semarak ketika seluruh umat berdiri dan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” dengan serempak. Namun tentunya, sebuah rangkaian pesta nama tidak akan lengkap jika tidak ada tumpeng. Maka sebagai ungkapan syukur atas pesta nama Wilayah Santo Aloysius Gonzaga Gesikan, rangkaian acara hari itu dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Romo Martinus Joko Lelono, Pr. Seluruh umat yang hadir bertepuk tangan dan tersenyum menandakan kebahagiaan.

Anak-anak pun ternyata tak ingin kalah. Mereka turut serta dalam memeriahkan pesta nama tersebut dengan mempersembahkan lagu “Glory-Glory Halleluya”, “Happy Ya Ya Ya”, “Mars Pendampingan Iman Anak (PIA) Paroki Santa Maria Assumpta Gamping”, “Cuit Cuit Cuit Pam Pam Pam”, serta “Hari Ini Harinya Tuhan”. Kelima lagu tersebut mereka bawakan dengan semangat dan penuh sukacita. Untuk itu demi meningkatkan semangat anak-anak, mereka diberi bingkisan cantik.

Akhirnya, menutup perayaan pesta nama Wilayah Santo Aloysius Gonzaga Gesikan, seluruh umat berkumpul dan menyantap bubur ayam serta es dawet di halaman kapel. Mereka menikmatinya dengan kebersamaan dan persaudaraan yang hangat. “Ya semoga kapel umatnya semakin bersemangat dalam melayani Tuhan dan sesama, juga anak-anak semakin semangat dalam hidup menggereja, sehingga imannya kuat, hidup dan berbuah”, kata Ibu Suprihatin (salah satu umat lingkungan Santa Veronika Bantulan) ketika ditanya harapan bagi Wilayah Gesikan ke depannya.

1,826 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Nyala Nyawa Katolik Dari Jantung Mataram

THS THM

Gemuruh langkah prajurit Nusantara tak lagi dapat kita dengar, namun hal itu bukan berarti lajunya berhenti dimakan jaman. Indonesia didiami oleh berbagai macam suku bangsa yang berbeda satu dengan yang lain. Menghadapi pola kehidupan yang selalu berubah, lahirlah Pencak Silat sebagai cara masyarakat nusantara menghadapi perubahan jaman sekaligus sebagai bentuk perlindungan diri. Pencak Silat kini tak hanya digemari sebagai pegangan pribadi, tetapi budaya ini telah berkembang menjadi salah satu olah raga bela diri yang banyak diminati, bahkan kiprahnya di kancah internasional bisa dibilang sukses menyamai keberadaan karate, judo, tae kwon do, dan berbagai seni bela diri dari belahan bumi lainnya.

Di Indonesia sendiri, seni beladiri Pencak Silat berkembang dihampir seluruh daerah. Dari tanah Jawa, tak bisa dipungkiri bahwa Pencak Silat Mataram Kuno adalah salah satu aliran Pencak Silat yang tertua di Indonesia. Mengutamakan gerak ritmis yang lembut, Pencak Silat Mataram Kuno menyembunyikan gerak mematikan dalam setiap keindahan geraknya. Namun apa jadinya bila gerak Pencak Silat mematikan ini dipadukan dengan ajaran dan iman Katolik? Berdoa sambil memukul? Memuji Allah sambil memasang kuda-kuda? Tentunya hal ini menjadi lebih menarik untuk dibahas.

Adalah seorang Rm. M. Hadiwijoyo, Pr. yang memprakarsai didirikannya Organisasi Pencak Silat berlandaskan iman Katolik yang kini dikenal dengan Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria. Beliau adalah pendekar yang berguru langsung pada garis Pencak Silat Mataram Kuno. pada waktu itu Pencak Silat digunakan sebagai pertahanan dalam melawan penjajahan serta pendudukan Belanda dan Jepang. Kemudian setelah Beliau belajar di Seminari, Beliau diminta untuk melatih Pencak Silat kepada para seminaris. Bukan tanpa alasan, pelatihan Pencak Silat bagi para seminaris ini dimaksudkan untuk sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air, rasa hormat pada negara (mengingat Pencak Silat telah berjuang bersama tekad dan semangat dalam meraih kemerdekaan) dan pengimanan akan wafat dan kebangkitan-Nya seperti yang dinyatakan secara jelas dalam semboyannya yaitu Pro Patria et Ecclesia yang berarti untuk Tanah Air dan Gereja. Didirikan pada 10 November 1985, berkat usaha 11 seminaris didikan Frater Hadiwijoyo.

THS-THM tersebar dan meluas bersamaan dengan keprihatinan Rm. M. Hadiwijoyo, Pr. yang melihat bahwa pergerakan remaja gereja pada waktu itu sangat memprihatinkan. Maka pada waktu itulah Rm. M. Hadiwijoyo, Pr. bersama para dewan pendiri memutuskan untuk terjun dalam pelayanan gereja dengan pencak silat sebagai ujung tombaknya. Hal ini membuktikan bahwa THS-THM merupakan nyala nyawa Katolik dalam kerasulan awam.

THS-THM sendiri dibentuk oleh rohaniwan Katolik dan kaum awam Katolik secara mandiri dengan tidak berafiliasi pada salah satu organisasi politik manapun, memiliki sifat kekeluargaaan, persaudaraan, kebersamaan dan kesetiakawanan dengan semangat Katolik. Memiliki motto Fortiter In Re, Suaviter In Modo yang berarti kokoh kuat dalam prinsip, luwes lembut cara mencapainya. Menjadikan THS-THM sebagai sarana kerasulan awam yang menjanjikan. Salah satu pembeda THS-THM dengan perguruan yang lain adalah penggunaan stagen sebagai sabuk pada pakaiannya. Hal ini dimaksudkan sebagai pengingat akan sosok ibu yang telah bertaruh nyawa serta tenaga dalam mendidik dan membesarkan kita, melingkar di pinggang sebagai perlambang sosok ibu yang akan selalu melindungi kita bahkan dalam medan pertarungan sekalipun. Seragam biru juga merupakan warna khas Bunda Maria yang turut menyertai setiap langkah kita. Dalam hal latihan pun, THS-THM menyisipkan pendalaman iman disetiap kegiatannya seperti membaca kitab suci, mengadakan retret atau pelayanan khusus bagi gereja. Sumber kekuatan utama THS-THM selain dari segi fisik juga didapat dari keyakinan pada Allah Tritunggal Maha Kudus, menyisipkan doa dalam gerak penghormatan, mendaraskan doa dalam setiap helaan nafas di tiap gerakan Pencak Mataram Kuno, memberikan tenaga tersendiri bagi para anggotanya.

THS-THM kini berkembang di seluruh daerah Indonesia. Di Yogyakarta sendiri, THS-THM berdiri di enam paroki, yaitu Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Paroki Santo Yakobus Klodran, Paroki Santo Petrus dan Paulus Klepu, Paroki Administratif Tyas Dalem Macanan, Paroki Kristus Raja Baciro, dan Paroki Santa Maria Assumpta Gamping. Ditambah Unit Latihan Khusus Sanata Dharma, Atma Jaya, dan ranting Nitiprayan. THS-THM terus berupaya dalam mendidik anggotanya menjadi kader-kader militan bagi gereja dan tanah air, sekaligus mengharapkan keterlibatan remaja untuk lebih mengenal budayanya, dan kembali merasakan hadirnya Pencak Silat ditengah-tengah maraknya arus modernisasi yang semakin memanjakan kita. Menjadi penjaga nyala nyawa Katolik dari jantung Mataram diseluruh Nusantara.

3,793 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Sebatas Bakpao Rasa Coklat

Bakpao, adalah salah satu hal yang gue ingat saat pergi ke gereja sewaktu masih kecil. Bakpao coklat selalu jadi pilihan nomor satu antara varian rasa lainnya, anget-anget dikeluarin dari kukusan kemudian dibungkus plastik bening, gue pegang erat, lalu gue gigit, empuk, lumer dimulut, rasanya kayak makanan dari Surga, pikir gue waktu kecil. Dulu kebahagiaan gue hanya sebatas bakpao coklat, nggak mahal, nggak perlu jalan sama orang yang disuka, nggak perlu beli barang mewah atau nggak perlu sukses dulu. Hanya sebatas bakpao rasa coklat, yang mungkin harganya hanya dua ribu setengah.

Gue duduk di Ruang Komsos saat menulis cerita ini. Banyak memori masa kecil yang tiba-tiba muncul, memanggil untuk diingat kembali. Dulu waktu kecil rasanya masih enak banget, nggak banyak yang dipikir, cukup tau kalau bakpao itu enak, nonton kartun itu seru, dan susu itu manis. Jam menunjukan pukul 23.40, artinya kalau gue masih kecil mungkin gue udah tidur sekarang ini. Mata gue melihat tangan yang mengetik cerita ini, udah nggak kecil lagi, gue udah nggak kecil lagi. Jadi dewasa artinya semakin banyak yang dikerjakan, semakin banyak yang dipikirkan.

Saat ini gue banyak berteman dengan manusia-manusia yang luar biasa, manusia kreatif yang membantu menyebarkan cerita baik bagi semua orang. Gue merasa sangat nyaman berada ditengah-tengah mereka. Tanpa sadar, gue menemukan kenyamanan di Gereja.

Terlepas dari semua kenyamanan, pasti ada beberapa hal yang membuat nggak nyaman. Gue ada cerita, demi kepentingan cerita ini, mari sebut saja salah satu orang yang bersangkutan dengan nama Pak Rick. Pernah gue waktu itu ditegur sama Pak Rick waktu buat Popmie di dapur kosteran. Dia bilang “Mas, kalau buat kayak gitu (popmie) di luar saja!”, untuk kamu yang tau tata letak gereja gamping pasti mengerti maksudnya, dan untuk kamu yang tinggal dan sering ke gereja gamping pasti tau sosok Pak Rick, jadi intinya Pak Rick ini meminta gue untuk membuat popmie di luar, di dapur dekat gazebo gereja. Sebetulnya saat buat popmie itu gue bersama Felicia Echie dan Brighita Ratna. Mereka berdua adalah saksi dari perbincangan asyik gue dengan Pak Rick. Sebetulnya nggak asyik-asyik amat sih, hanya waktu itu yang membuat lucu adalah perbincangan kami bertiga setelah Pak Rick menegur. Kami yang tadinya duduk di meja bulat dekat kotak lingkungan kemudian pergi ke atas karena hendak berdiskusi mengenai ini.

Gue nggak akan cerita banyak tentang apa yang kami obrolin. Namun sedikit yang bisa gue sampaikan adalah, bagi anak muda yang masih sangat butuh pendampingan mungkin kritik masih terdengar sakit. Namun anak muda juga memiliki pikiran dan kreatifnya sendiri. Anak muda berpikir bahwa gereja adalah milik bersama, kenapa harus ada eksklusifitas di dalam? Kenapa Pak Rick meminta gue dan temen-temen untuk masak air di luar? Sementara saat itu dapur terdekat adalah yang di dalam gedung pastoran. Apakah umat kalau haus dan lapar tidak boleh memasak air atau membuat mie? Bukankah gereja harusnya inklusif? Namun belakangan gue tau, ternyata dapur yang di dalam itu memang guna kepentingan Pastoran, artinya tidak terbuka bagi umum. Gue nggak menyalahkan Pak Rick, hanya mungkin sifat dari Pak Rick yang sedikit sulit untuk bergaul dengan anak muda membuat teman-teman disekitar gue enggan untuk bicara dengannya. Memang pasti anak muda jika mau memulai obrolan dengan orang dewasa pasti ada ragu, itu juga nggak bisa disalahkan. Gue pikir ini hanya mengenai kenyamanan, anak muda yang nyaman bereksplorasi, mencari hal baru, sementara Pak Rick nyaman dengan dirinya yang seperti itu.

Nah, ada satu cerita lagi. Mari samarkan lagi nama seseorang, atau beberapa orang. Kita sebut saja The IT. Malam itu gue dan Dominikus Elgan mencoba berkomunikasi dengan The IT untuk minta diajari sebuah perangkat canggih yang ada di gereja guna kepentingan dokumentasi Komsos Gamping. Kami sedikit terhambat dalam komunikasi karena nampaknya The IT tertutup kepada kami. Pada akhirnya kami hanya membiarkan untuk waktu menjawab apakah kami dapat masuk dan bergaul dengan The IT. Well, nggak banyak cerita tentang The IT sih. Karena waktu itu emang cepet banget jadi gue dan Elgan hanya bisa nangkep sedikit momen.

Menurut gue gereja adalah tempatnya belajar bareng, tempat berkembangnya iman dan karakter, nggak perlu tertutup terhadap yang lain, kita perlu yang namanya komunikasi baik antar paguyuban, gue pikir membaur adalah cara yang termudah untuk mewujudkan itu. Yang jelas, percaya aja kalau kita menjadi solid, apapun yang dikerjakan pasti bakal mudah.

Cerita ini bukan untuk menyindir orang atau paguyuban tertentu, hanya sedikit cerita saat gue di gereja. Karena cerita yang baik adalah cerita yang jujur, cerita dari hati, dari apa yang kita lihat, yang kita temukan, dan kita rasakan.

Gue melihat jam di komputer, waktu menunjukan pukul 01:46 pagi, tangan udah mulai kerasa pegel, kembali teringat pada bakpao rasa coklat. Pak Rick adalah orang yang baik, begitu juga The IT, hanya mungkin belum terbiasa dan kurangnya komunikasi kami. Sama seperti orang yang baru kenal, pasti nunggu momen yang ngebuat mereka untuk menjadi akrab. Andai kami bisa ketemu saat kecil dulu, dan kita suka dengan hal yang sama, entah itu mainan atau bakpao coklat, andai Pak Rick adalah orang yang terbuka, andai yang ada di gereja semuanya menyenangkan. Andai, andai, andai, gue ulangin kata-kata itu sampe nggak ada artinya lagi. Dan gue mulai sadar kalau gue nggak bisa ngerubah orang. Orang hanya akan berubah saat dirinya memang harus berubah. Masih dipikiran yang sama, masih di kursi yang sama, terus berandai-andai, hingga pada akhirnya gue bertanya pada diri sendiri, kenapa nggak kita bergaya seperti anak kecil? Yang cukup bahagia hanya dengan sebatas bakpao rasa coklat.

For your information: Pagi ini sebelum tulisan ini dipublikasi, Elgan datang ke gue dan bilang “Mas, aku kena tegur Pak Rick!”

Tulisan ini bersambung…

1,757 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

GRATIS! Workshop Jurnalistik 2018 “Kasih Di Ujung Pena”

wj2018

GRATIS!!!
Workshop Jurnalistik 2018 “Kasih Di Ujung Pena”

Halo guys✋?

Holiday ini dah ada jadwal belum nih? Atau cuman di rumah aja? Nah buat kalian yang gabut dan berminat tentang Dunia Jurnalistik, Komsos Gamping (@komsosgamping) bakal ngadain Workshop Jurnalistik loh guys✍?! Acara seru ini bakal diadain pada:

? SUNDAY, February 11, 2018
⏱ 09.30 AM – 2:00 PM
? Aula Pastoran Gereja Santa Maria Assumpta Gamping
? 100% FREE ?????
?Y.B. Margantoro

YOU WILL GET:
? KNOWLEDGE
? CERTIFICATE
? FUN GAMES
? LUNCH
? FRIENDS

Banyak ilmu yang bisa kalian dapet di sini, gak rugi deh pastinya. Eits, setelah itu kalian juga berkesempatan untuk bisa buat proyek bareng crew dari Komsos Gamping lho, mantap kan!

So, apa yang kalian tunggu? Langsung aja daftarkan diri kalian DISINI atau dengan mengunjungi Stand Komsos Gamping setelah misa ?

See you there! ???

wj2018

Unduh Gambar

2,596 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Cara Install Aplikasi Android Gereja Gamping

Install App

Dalam perkembangan jaman, tentu tidak terlepas dari namanya Teknologi, oleh sebab itu suatu kerinduan bagi Komsos Gamping untuk mempersembahkan sebuah karya modern yaitu Aplikasi Android bernama Gereja Gamping yang siap untuk dipasang di smartphone rekan-rekan semua.

Aplikasi versi pertama ini sangat mudah untuk digunakan, walau saat ini masih sangat minimalis namun akan terus dikembangkan. Terdapat empat kategori yang tersedia pada aplikasi ini, yaitu: Berita, Khotbah, Renungan, Cerpen, berbeda dengan versi web-nya, aplikasi ini lebih mengarah agar pengguna lebih mudah membaca berita juga cerita.

Langsung saja ini adalah Cara Install Aplikasi Android Gereja Gamping:

Pertama: Kunjungi halaman aplikasi

Kedua: Klik pada tombol GET IT ON Google Play

download app

Anda akan dibawa ke Google Play Store dimana itu akan memperlihatkan halaman download untuk Aplikasi Gereja Gamping.

Klik Install

Install App

Tunggu hingga proses instalasi selesai.

Nah, sekarang Anda dapat membuka berita dan cerita dari Gereja Gamping lewat ponsel Anda.

Screen 1

 

Dan jika Anda suka aplikasi ini, jangan lupa memberi pendapat Anda pada kolom Review, atau juga bisa berkomentar dibawah.

Semoga bermanfaat. Berkah Dalem.

1,713 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini