Buat Nyaman Gereja

pelangi di gereja gamping

Gue belakangan ini sadar yang memecah belah manusia bukanlah faktor-faktor eksternal, tapi justru internal yaitu dari dalam diri sendiri. Ada beberapa hal tentang hidup menggereja yang sering ada di kepala gue.

Pertama, berkarya di gereja itu nggak ada yang namanya jelek, hanya ada bagus dan bagus banget. Gue dapet kata-kata itu dari seorang teman di gereja, nggak tau dia bisa jenius nemuin kata itu dari mana. Gue pikir-pikir lagi bener juga kalau berkarya di gereja itu nggak ada yang namanya jelek. Nggak bisa yang namanya diatur-atur kayak kerja di kantor. Di gereja semua mengandalkan kasih.

Kedua, berkarya di gereja punya porsinya sendiri-sendiri, mentang-mentang banyak ajakan untuk mengikuti kegiatan terus diikutin semua. Nggak sih, orang punya kesempatan untuk ingin membantu di bagian mana. Punya perannya sendiri-sendiri.

Ketiga, kenyamanan. Poin dari artikel ini sebetulnya gue mau ngobrol bab kenyamanan di gereja. Gereja yang nyaman tentu bakal ngebuat insan-insan di dalamnya jadi betah. Anak-anak muda akan senang berada di gereja. Kayak orang yang pacaran, kalo nggak sama-sama nyaman ya pisah. Seperti pada paragraf pertama, faktor internal yang membuat kepisah-pisah kita sebagai manusia sebetulnya sikap. Sikap berperan besar mengenai mana yang harus kita percaya, yakini dan jauhi. Kita butuh warna yang bisa ngebuat nggak takut untuk pergi dan berkarya di gereja.

Sudah sepatutnya orang-orang tua juga mendukung orang muda untuk berkarya. Karena dengan karya orang muda, gereja menjadi berwarna. Jadi gue, aku, saya, mengajak kamu, anda untuk ikut membuat nyaman di gereja.

1,313 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini