Seberapa Penting Uang Bagi Hidup Anda?

Dewasa ini, kehidupan kita tak bisa lepas dari uang. Uang sudah menjadi semacam ”trademark” dan bahkan sudah seperti oksigen yang tak bisa lepas dari kehidupan kita. Hal ini dapat terlihat dari perputaran uang yang begitu cepat, yang didukung pula oleh kehidupan masyarakat yang serba konsumtif. Namun, sebegitu pentingkah fungsi uang dalam hidup kita?

Ada sebuah pernyataan yaitu, ”uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang“. Hal ini jika diresapi secara mendalam memiliki arti yang sangat kompleks. Gampangnya, kita tidak bisa membeli semua sesuatu dengan uang seperti misalnya cinta, kesehatan, hidup, dll. Tetapi pada realitanya, apa yang mendukung hal-hal tersebut tetap perlu diperjuangkan dengan uang. Seperti apa contohnya, berikut akan kami paparkan :

1. Cinta

Orang-orang beranggapan bahwa cinta adalah suatu ketulusan untuk saling menerima dan memahami antara satu pihak dengan pihak lainnya tanpa campur tangan dari uang atau kekayaan. Dan ya, itu memang benar. Cinta yang sejati memang cinta yang seperti itu tadi. Cinta yang hanya berorientasi pada uang/materi tidak akan bisa awet. Sudah banyak contoh yang terjadi, dan anda saya yakin sudah dapat menyimpulkan sendiri maknanya.
Namun yang perlu kita sadari adalah dalam realitanya, uang tetap memiliki pengaruh yang sangat penting terutama bagi yang sudah masuk ke jenjang berkeluarga. Sekolah butuh uang, makan minum butuh uang, bangun rumah butuh uang, dan masih banyak lagi kebutuhan lainnya. Okelah jika kita katakan bahwa yang penting adalah rasa saling menerima dan percaya terhadap keadaan yang terjadi. Tapi apakah hal itu akan terjadi terus menerus? Tidak juga kan? Jadi, anda harus realistis.

2. Kesehatan

Kesehatan adalah karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita sebagai manusia harus merawatnya supaya kita tidak jatuh sakit. Hal itu bisa dilakukan dengan rutin berolahraga, makan yang bergizi, maupun tidak merokok. Uang memang tidak bisa membeli kesehatan. Maka dari itu ada pepatah lebih baik “mencegah daripada mengobati“.
Tetapi uang tetaplah uang. Jika kita sudah terlanjur sakit maka kita harus beli obat dan itu butuh uang. Dirawat di rumah sakit juga butuh uang. Semuanya perlu uang.

3. Pengalaman

Pengalaman didapat dari bagaimana diri kita terlibat dalam suatu peristiwa, dari situlah kita mendapatkan pengalaman. Pengalaman adalah soal bagaimana kita menyelami sesuatu tersebut. Uang tidak bisa membeli pengalaman, contohnya: Jika anak anda yang masih kecil ingin mengendarai mobil mungkin anda bisa membelikannya simulator. Tapi apa yang didapatkan tetaplah berbeda, tidak seperti aslinya. Karena kondisi di dalam simulator dan di jalanan yang asli tentu berbeda, tingkat kesulitannya pun berbeda. Uang tetap tidak bisa menggantikannya.

Tetapi jika kita ingin dapat pengalaman pergi ke Korea misalnya, kita tetap butuh uang bukan? Lagi-lagi segalanya butuh uang.

4. Waktu

Waktu yang telah berlalu tidak bisa kita beli dengan uang. Ia tak akan pernah kembali bagaimanapun caranya. Waktu adalah permata yang tak ternilai harganya, jadi gunakanlah waktu anda dengan bijak.

Lalu, apa peran uang?
Kita memang tak bisa membeli waktu tapi dengan uang, kita dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih baik. Contohnya demikian, jika anda jalan kaki dari Jogja ke Jakarta tentu saja akan memakan waktu yang sangat lama. Tapi jika kita memiliki uang, kita dapat memesan tiket pesawat dan membuat perjalanan menjadi lebih cepat. Atau begini, jika kita mudik lebaran tidak membawa oleh-oleh tentu rasanya akan kurang nyaman ketika bertemu dengan keluarga. Lain hal jika kita punya uang, kita dapat memberi oleh-oleh yang pastinya akan membuat waktu yang ada menjadi lebih menyenangkan.

5.Hidup

Hidup hanya sekali, kita tidak bisa hidup lagi setelah mati. Sebab, kehidupan adalah anugerah terindah yang diberikan Allah kepada kita. Uang hanya dapat membantu kita untuk bertahan hidup seperti makan, berobat, bertempat tinggal, dan lain-lain, namun tetap tidak bisa membeli kehidupan itu sendiri.

Sebaiknya, gunakanlah uang secara bijak,karena uang dapat bersifat konstruktif dan destruktif. Dan juga jangan terlalu mendewakan uang, tapi juga jangan sampai tidak punya uang. Tidak baik berlebihan, tapi kekurangan pun juga tidak baik. Buatlah uang sebagai alat untuk berbagi kepada sesama dan sebagai alat supaya hidup kita dapat lebih baik.

3,741 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini