Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-76

Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 juga dirayakan di halaman gereja Santa Maria Assumpta Gamping, pada hari Selasa, 17 Agustus 2021. Upacara dilangsungkan secara sederhana, ringkas dan tertib dengan inspektur upacara Vikep Yogya Barat Rm AR Yudono Suwondo, Pr. Hadir dalam kesempatan tersebut selain pastor paroki Rm. Yoseph Nugroho Tri Sumartono, Pr adalah Rm AR Yudono Suwondo, Pr dan Rm Ag. Suryo Nugroho, Pr dari Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan. Sementara sebagai peserta upacara adalah para relawan pemakaman paroki, TRC, tim Satgas Covid-19 paroki, dan Pengurus Dewan Pastoral Paroki Harian. Dengan jumlah peserta upacara yang terbatas, prokes Covid tetap dapat dilaksanakan secara optimal.

Rm. AR Yudono Suwondo, Pr selaku inspektur upacara.
Peserta upacara HUT RI ke-76

Dalam kesempatan terpisah sebelum upacara dimulai, Vikep Yogya Barat, Rm AR Yudono Suwondo, Pr saat dijumpai penulis menyatakan harapannya dalam peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini. Harapan beliau dalam rangka peringatan HUT RI tahun ini. Pada HUT RI ini kita semua menyadari bahwa negara kita ini punya potensi untuk maju dan bergerak. Ada banyak bukti yang menunjukkan hal itu. Jika kita punya semangat maju untuk kepentingan bersama maka tidak ada yang akan menghentikan kita. Dengan semangat seperti pada teologi positif, kita harus banyak mencari hal-hal yang positif. Misalnya, solidaritas antartetangga, hidup bergotong royong, dan sebagainya. Tradisi hidup bersama yang positif itu harus terus dijaga dan dilestarikan.

Relawan dan TRC bersama ketiga romo yang hadir.


Memang kita juga melihat bahwa angka (dinamika angka pandemi, red) bertumbuh tetapi jangan sampai kita dijajah oleh angka. Akhir-akhir ini kita sering dijajah angka dan media dengan aneka kabar berita yang negatif. Kita sebagai orang beriman pencinta NKRI harus punya cara pandang yang berbeda. Sebuah cara pandang yang positif. Indonesia akan maju dengan semangat ini.
Kita lihat Bapak Presiden yang mengenakan baju adat Badui, itu bukan tanpa maksud. Di daerah suku Badui sana, angka penderita covid nol. Masyarakat di sana menanggapi pandemi dengan cara khas suku Badui yang sarat dengan kebijakan lokal hingga mencapai nol kasus. Kita pun punya cara hidup yang baik, cara hidup bergotong royong yang telah diwariskan sejak lama oleh para pendahulu kita. Maka, saya mengajak seluruh umat, khususnya di Kevikepan Yogyakarta Barat harus punya semangat yang sama. Kesadaran bahwa kita punya banyak talenta dan berkat sehingga hal-hal yang buruk dan pandemiki ini dapat segera ditinggalkan dan kita membangun masyarakat dengan aspek-aspek yang lebih positif. Jaga kesehatan, patuhi prokes. Dirgahayu NKRI. (ve)

Wakil Ketua II DPPH Bp. F. Danang Wijaya, Pator Paroki Gamping Rm Yoseph Nugroho Tri Sumartono, Pr, dan Vikep Yogyakarta Barat Rm. AR Yudono Suwondo, Pr.

Veronica Naning
Veronica Naning
Articles: 49

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Butuh bantuan? Hubungi kami